BANDUNG, FAKTAMERAH.COM – Praktisi media Roni Maulana Arsy mengajak insan pers di Jawa Barat maupun Indonesia untuk berperan aktif menyosialisasikan Program Sekolah Hybrid yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat. Ajakan tersebut disampaikan melalui peluncuran Gerakan Wartawan Mengajar Masyarakat, sebuah inisiatif yang bertujuan memperluas literasi pendidikan agar informasi mengenai akses pendidikan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurut Roni, wartawan memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat. Ia menilai peran media tidak hanya sebatas memberitakan peristiwa, tetapi juga membantu masyarakat memahami berbagai program pemerintah, termasuk di sektor pendidikan.
“Melalui pemberitaan yang benar dan edukatif, wartawan dapat menjadi bagian dari solusi dalam memperluas akses pendidikan. Jangan sampai ada anak kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah hanya karena keluarganya tidak mengetahui adanya program ini,” ujar Roni dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Sekolah Hybrid merupakan layanan pendidikan jenjang SMA yang diselenggarakan Disdik Provinsi Jawa Barat melalui skema SMA Terbuka dengan sistem pembelajaran hybrid, yaitu perpaduan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran mandiri berbasis teknologi. Program ini ditujukan bagi lulusan SMP atau sederajat yang belum melanjutkan pendidikan, anak putus sekolah, maupun masyarakat yang memiliki kendala mengikuti pendidikan reguler.
Melalui program tersebut, peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku dan berhak mendapatkan ijazah setelah memenuhi persyaratan kelulusan.
Roni menjelaskan, Gerakan Wartawan Mengajar Masyarakat tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru ataupun menjadikan wartawan sebagai tenaga pendidik. Gerakan tersebut, kata dia, merupakan ajakan kepada insan pers untuk menjalankan fungsi edukatif melalui penyebaran informasi yang benar mengenai Program Sekolah Hybrid.
“Wartawan dapat membantu masyarakat memahami tujuan program, mekanisme pembelajaran, persyaratan pendaftaran, legalitas ijazah, hingga manfaat yang diperoleh peserta didik. Guru tetap memiliki peran utama dalam proses pembelajaran, sedangkan wartawan memastikan informasi resmi sampai kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak perusahaan media, organisasi profesi wartawan, komunitas jurnalis, editor, kepala biro, kontributor, dan seluruh insan pers untuk mendukung sosialisasi Program Sekolah Hybrid agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan suatu program tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga oleh sejauh mana informasi dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.
“Mari jadikan profesi wartawan bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai penyambung harapan. Jika setiap wartawan mampu membantu satu anak kembali bersekolah melalui informasi yang disampaikannya, maka kita telah ikut berkontribusi membangun masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Melalui Gerakan Wartawan Mengajar Masyarakat, Roni berharap semakin banyak insan pers yang terlibat dalam memperkuat literasi pendidikan sekaligus mendukung upaya Disdik Provinsi Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Hybrid.
Gerakan tersebut mengusung tagline “Satu Wartawan, Satu Anak Kembali Bersekolah” sebagai ajakan moral bagi insan pers untuk memanfaatkan fungsi jurnalistik dalam menyebarluaskan informasi pendidikan kepada masyarakat.
(Levi)
![]()







