LEBAK, FaktaMerah.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Wartawan Counter Polri Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kabupaten Lebak menyatakan akan mengawal rencana inspeksi mendadak (sidak) Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Satuan Tugas Khusus (Satgasus) terhadap sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rencana sidak tersebut mencuat setelah DPC FRIC Lebak menyampaikan laporan mengenai dugaan ketidaksesuaian operasional sejumlah dapur SPPG dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Ketua DPC FRIC Kabupaten Lebak, A. Sutisna, mengatakan pihaknya akan terus memantau proses tindak lanjut laporan tersebut dan mengawal pelaksanaan verifikasi di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan terus memantau dan mengawal langsung proses sidak tersebut hingga benar-benar dilaksanakan di lapangan. Ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas program,” ujar A. Sutisna, Kamis (10/9/2026).
Menurut Sutisna, laporan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan dan investigasi lapangan yang dilakukan tim DPC FRIC Lebak. Namun, pihaknya menyerahkan proses pembuktian dan pemeriksaan kepada lembaga yang memiliki kewenangan.
“Kami berharap setiap temuan dapat diverifikasi secara objektif sehingga apabila memang ditemukan pelanggaran, dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Ketua BGN Kabupaten Lebak, Mujib, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti laporan tersebut melalui verifikasi langsung di lapangan.
Mujib mengatakan BGN akan berkoordinasi dengan tim terkait, termasuk Satgasus, untuk memastikan informasi yang disampaikan dapat diperiksa berdasarkan kondisi faktual di lokasi.
“Pihak BGN siap melakukan verifikasi langsung bersama tim terkait. Kami terbuka terhadap masukan dan laporan dari masyarakat maupun organisasi wartawan untuk menjamin kualitas program,” kata Mujib.
Verifikasi tersebut menjadi penting mengingat dapur SPPG merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program MBG, khususnya dalam memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi aspek keamanan, kebersihan, dan standar pengolahan yang ditetapkan.
Dalam informasi yang disampaikan DPC FRIC Lebak, sejumlah dapur SPPG disebut menjadi perhatian karena diduga belum menjalankan operasional sesuai ketentuan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dan pembuktian dari pihak berwenang.
Karena itu, hasil sidak nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi masing-masing dapur, termasuk aspek higiene, sanitasi, proses pengolahan makanan, serta kepatuhan terhadap SOP.
Pengawasan dari masyarakat dan insan pers juga diharapkan dapat menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pelaksanaan program MBG. Meski demikian, setiap temuan tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar pemberitaan tidak menghakimi dan tetap berimbang.
Hingga berita ini diterbitkan, DPC FRIC Kabupaten Lebak masih menunggu kepastian jadwal pelaksanaan sidak dari BGN Lebak.
Apabila verifikasi nantinya menemukan adanya pelanggaran, langkah penanganan diharapkan dilakukan sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka kepada publik.
(Kabiro Lebak/Redaksi)
![]()







