Jakarta | Di tengah hiruk pikuk malam dan gemerlap lampu kota, masih ada sosok yang setia menjaga cita rasa tradisional Nusantara. Seorang pedagang ketupat keliling tampak sibuk menyiapkan dagangannya di pinggir jalan. Dengan gerobak sederhana berwarna hijau, ia melayani pelanggan yang datang silih berganti mencari santapan hangat di tengah udara malam.
Ketupat yang disajikan bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol kehangatan dan kebersamaan. Aroma bumbu dan lontong berpadu menggoda siapa pun yang melintas. Meski bekerja hingga larut malam, semangat sang pedagang tidak surut. Ia menjadi potret perjuangan rakyat kecil yang mengandalkan ketekunan dan kerja keras demi menghidupi keluarga.
“Sudah lebih dari sepuluh tahun saya jualan ketupat keliling. Kadang panas, kadang hujan, tapi yang penting bisa bawa pulang rezeki halal buat anak-istri,” ujar Didi sang pedagang dengan senyum tulus di tengah lelahnya malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah maraknya kuliner modern, keberadaan pedagang ketupat keliling seperti ini menjadi pengingat bahwa cita rasa khas Indonesia tetap hidup berkat tangan-tangan sederhana yang terus menjaga warisan kuliner bangsa.
( Setiawan )






