Babak Baru Kericuhan Kalibata, Pelaku Pembakaran Akhirnya Ditangkap

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FAKTAMERAH.com – Kasus kericuhan yang terjadi di Jalan Raya Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025) lalu memasuki babak baru. Kepolisian memastikan telah menangkap pelaku perusakan dan pembakaran yang terjadi dalam insiden tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan penangkapan itu saat Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
“Kami informasikan bahwa pelaku pembakaran sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses pengembangan untuk mengungkap tersangka lainnya,” ujar Iman.
Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci jumlah pelaku yang telah diamankan maupun peran masing-masing tersangka.
Bermula dari Pengeroyokan
Kericuhan tersebut berawal dari peristiwa pengeroyokan terhadap dua orang yang berprofesi sebagai mata elang di area parkiran Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, pada sore hari.
Belakangan terungkap, enam pelaku pengeroyokan merupakan aparat kepolisian dari satuan pelayanan di Markas Besar Polri. Akibat kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
“Kedua korban dianiaya secara bersama-sama hingga menyebabkan satu meninggal di tempat dan satu lainnya meninggal dunia di rumah sakit,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).
Peristiwa pengeroyokan dipicu oleh penolakan salah satu pelaku saat sepeda motornya hendak ditarik oleh korban. Pelaku kemudian memanggil rekan-rekannya hingga berujung pada kekerasan.
Amarah Berujung Kerusuhan
Memasuki malam hari, ketegangan meningkat. Sekelompok orang yang mengaku sebagai rekan korban mendatangi lokasi kejadian dan meminta agar para pelaku pengeroyokan diserahkan ke polisi. Namun karena tidak mendapatkan informasi yang jelas, kemarahan pun tak terkendali.
“Mereka meminta pelaku pengeroyokan diserahkan, namun tidak mendapat kepastian. Karena belum mengetahui siapa pelakunya, kemarahan kemudian salah sasaran,” jelas Nicolas.
Aksi anarkis pun terjadi dengan menyasar pedagang kaki lima dan warga sekitar yang diduga terkait.
Kios dan Kendaraan Dibakar
Kericuhan terjadi dua kali pada malam yang sama. Pada kejadian pertama, sekelompok pria merusak tenda PKL, memecahkan kaca kios, serta membakar sepeda motor yang terparkir.
Polisi sempat membubarkan massa dan menerjunkan personel Brimob untuk berjaga serta melakukan penyisiran di kawasan Kalibata. Namun sekitar pukul 22.00 WIB, kerusuhan kembali pecah.
Kali ini, sejumlah kios dibakar hingga menimbulkan kerusakan parah. Total sembilan kios dilaporkan terdampak, dua di antaranya mengalami kerusakan berat.
“Jumlah objek yang terbakar sebanyak sembilan kios. Dugaan sementara, pembakaran menggunakan bahan bakar bensin,” kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal.
Selain kios, enam unit sepeda motor dan satu mobil turut dibakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Nasib Pedagang
Di balik kericuhan itu, nasib para pedagang menjadi perhatian. Sejumlah pedagang nyaris menjadi korban kebakaran, salah satunya Andi (66), yang terjebak di dalam kios bersama tiga karyawannya.
Awalnya mereka diminta tetap berada di dalam kios agar tidak menjadi sasaran. Namun saat api mulai membesar, Andi memutuskan menyelamatkan diri.
“Saya pikir masih ada yang baik. Tapi begitu kios ditutup, justru dibakar. Kalau kami tetap di dalam, mungkin sudah habis terbakar,” tuturnya.
Mereka terpaksa menjebol dinding kayu kios dan memanjat tembok gedung BPSDM Kemendagri untuk meloloskan diri. Andi mengalami luka gores di tangan dan kaki akibat kawat berduri yang terpasang di tembok.
Akibat insiden ini, para pedagang mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah per orang. Sebagian terpaksa menutup usaha sementara, bahkan ada yang memilih pulang kampung karena merasa tak lagi memiliki sumber penghidupan di lokasi tersebut.

Baca Juga:  Kebakaran Kantor PT Terra Drone di Kemayoran Tewaskan 22 Orang

( Fadlli Achmads Am )

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung
Jalan Baru Diduga Jadi Parkir Liar, Aparat Ke Mana? Dishub dan Satpol PP Diminta Jangan Tutup Mata
Kios Furnitur dan Warung Terbakar di Ciledug Tangerang, Damkar Dikerahkan
Polda Banten Perbarui Informasi Penemuan Jasad di Baros, Identitas Masih Menunggu Hasil Laboratorium
Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Polda Banten Pastikan Jenazah Pelajar di Mukomuko Tidak Terkait KM Arupadatu I
Kasus Pijat Tradisional Sri Lestari Dipertanyakan Masyarakat, Disebut Buka 24 Jam
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Jalan Baru Diduga Jadi Parkir Liar, Aparat Ke Mana? Dishub dan Satpol PP Diminta Jangan Tutup Mata

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Kios Furnitur dan Warung Terbakar di Ciledug Tangerang, Damkar Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WIB

Polda Banten Perbarui Informasi Penemuan Jasad di Baros, Identitas Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Minggu, 27 September 2026 - 14:56 WIB

Jasad Pria Ditemukan di Pantai Labuan, Polda Banten Sebut Bukan Korban Kapal Arupadhatu 1

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB