Ratusan Perantau Kolaka di Makassar Melebur di HBH KKIK, Dari Profesor hingga Pengusaha Bersatu

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, FAKTAMERAH.COM – Atmosfer kehangatan menyelimuti Lantai 2 Best Western Plus Hotel, Jl. Bontolempangan No. 67 Makassar, saat puluhan warga asal Kolaka berkumpul dalam bingkai Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Besar Kerukunan Keluarga Indonesia Kolaka (KKIK) Makassar.

Acara yang mengusung tema “Merajut Kasih Menjalin Persaudaraan dan Silaturahim dalam Ikatan Kasih HBH KKIK” berlangsung meriah pada Sabtu (25/4/2026) sore tersebut menjadi ajang pelepas rindu bagi para perantau yang kini menetap di Kota Daeng dan sekitarnya.

Ritual religius yang masih dibalut suasana Idul Fitri 1447 Hijriah ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang syahdu. Sesaat kemudian, Ketua Panitia, Hj. Nurfaidah Ambo Lau Al Aidal, naik ke podium untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh warga Kolaka yang telah meluangkan waktu demi menyukseskan perhelatan penuh makna ini.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh keluarga besar KKIK yang hadir. Keberhasilan acara ini merupakan buah dari dukungan Ketua KKIK, Prof. H. Syamsul Bahri, serta partisipasi aktif bapak dan ibu sekalian. Besar harapan kami, kebersamaan seperti ini tidak hanya berhenti di momen lebaran saja, namun terus berlanjut di masa depan,” tutur istri dari Prof. Dr. Gagaring Pagalung, SE, MS, Ak, CA tersebut.

Dalam laporannya, Hj. Nurfaidah juga membeberkan potensi besar warga Kolaka di Makassar yang jumlahnya diperkirakan mencapai 300 orang. Ia pun menitipkan pesan agar jajaran pengurus KKIK lebih progresif dalam melakukan pendataan dan merangkul seluruh warga, sehingga setiap agenda organisasi ke depan dapat menghadirkan massa yang lebih besar dan solid.

Senada dengan itu, Ketua KKIK Prof. Syamsul Bahri dalam orasi budayanya menegaskan bahwa HBH bukan sekadar seremoni saling memaafkan. Baginya, momen ini adalah panggung krusial untuk memperkokoh tali silaturahmi bagi seluruh warga asal Bumi Mekongga yang sedang berjuang meniti nasib di wilayah Makassar dan daerah penyangganya.

Baca Juga:  Gubernur Papua Barat Borong Kerajinan Toraja di Pameran Harmoni Pesparawi XIV Manokwari

“Di tanah rantau, silaturahmi adalah kekuatan utama kita sebagai sesama putra-putri Kolaka. Kita memiliki modal sosial yang sangat lengkap di Makassar; mulai dari kaum akademisi dengan deretan gelar profesor, pejabat pemerintahan, personel TNI dan Polri, legislator, hingga para pengusaha sukses yang berkontribusi bagi daerah,” tegasnya dengan penuh semangat.

Menilik potensi sumber daya yang begitu heterogen, Prof. Syamsul menekankan pentingnya peran pengurus KKIK sebagai “lem perekat” bagi seluruh warga. Tujuannya jelas: agar persatuan yang kokoh dapat terbangun, sehingga setiap warga bisa saling bahu-membahu dan menguatkan satu sama lain, baik dalam kondisi suka maupun saat menghadapi pahit getirnya kehidupan di perantauan.

“Hajat ini lebih dari sekadar temu kangen, melainkan cara kita mengikat kembali simpul batin yang mungkin sempat renggang. Sejauh apa pun kita melangkah dari kampung halaman dan setinggi apa pun jabatan yang digenggam, persaudaraan tetap menjadi yang utama. Saya ingin melihat kita semua semakin giat menjalin komunikasi,” lanjut Prof. Syamsul Bahri menutup pesannya.

Harapan untuk keberlanjutan organisasi juga datang dari Penasehat KKIK, Prof. Syahrir Malongi. Ia menyarankan agar pola pertemuan dibuat lebih rutin, minimal sebulan sekali, melalui aktivitas seperti arisan keluarga. Menurutnya, pertemuan berkala adalah kunci agar nyala api persaudaraan tetap terjaga dan tidak padam ditelan kesibukan masing-masing.

Acara yang turut dihadiri tokoh pengusaha Sulawesi Selatan sekaligus Penasehat KKIK, H. Bahar Ngitung, ini semakin lengkap dengan siraman rohani dari Ustadz Drs. H. Agung Wirawan, M.Si. Kemeriahan pun pecah saat sesi hiburan musik menggema di ruangan, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama serta jabat tangan hangat sebagai simbol kekeluargaan yang abadi.

Loading

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Bima Hadiri Pernikahan Aipda Febrianto, PJU Polres Turut Beri Ucapan Selamat
PKS Tenaga Alih Daya 2026 Ditandatangani, KPH Randublatung Siapkan Mandor Polter
Drainase Rp30 Juta Belum Terlihat, Warga Pasindangan Pertanyakan Dana Desa Rp373 Juta
Maulid Nabi 1448 H, Kapolres Kuningan Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah
Pelayanan PLN Malingping Dinilai Meningkat, Satgas Pendekar Banten Beri Apresiasi
70 Driver Ojol di Kuningan Dapat Servis Motor dan Ganti Oli Gratis dari Polres
Kapolda Banten Terima Aspirasi BEM Banten Bersatu, Dorong Dialog dan Penyampaian Tertib
Galian C atau Penataan Lahan? Pemilik Lahan Buka Suara soal Material Jalan Jikotamo–Sambiki
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:42 WIB

Kapolres Bima Hadiri Pernikahan Aipda Febrianto, PJU Polres Turut Beri Ucapan Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 09:10 WIB

PKS Tenaga Alih Daya 2026 Ditandatangani, KPH Randublatung Siapkan Mandor Polter

Rabu, 2 September 2026 - 06:27 WIB

Drainase Rp30 Juta Belum Terlihat, Warga Pasindangan Pertanyakan Dana Desa Rp373 Juta

Selasa, 1 September 2026 - 07:24 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Kapolres Kuningan Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Pelayanan PLN Malingping Dinilai Meningkat, Satgas Pendekar Banten Beri Apresiasi

Berita Terbaru