Eskalasi Konflik Timur Tengah Berdampak pada Jadwal Umrah, Puluhan Ribu Jemaah Indonesia Dipantau

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada pelaksanaan ibadah umrah jemaah asal Indonesia. Sejumlah maskapai dilaporkan melakukan penyesuaian rute hingga menunda jadwal penerbangan dari dan menuju Arab Saudi dengan alasan keamanan.

Kondisi tersebut memicu ketidakpastian jadwal bagi puluhan ribu jemaah, baik yang saat ini berada di Tanah Suci maupun yang masih menunggu keberangkatan di Indonesia. Beberapa biro perjalanan umrah menyampaikan adanya perubahan waktu tempuh penerbangan akibat pengalihan rute untuk menghindari wilayah udara yang dinilai rawan.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif antara Kementerian Agama, otoritas penerbangan, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama menyatakan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi keamanan regional dan dampaknya terhadap operasional penerbangan. “Kami berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah. Keselamatan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Baca Juga:  Temuan Intac Terkait Kasus Pajak Nasional Mendapat Perhatian DPR-RI dan DPP AWII

Sementara itu, sejumlah maskapai menyebutkan bahwa penyesuaian rute dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko. Pengalihan jalur udara berdampak pada durasi penerbangan yang lebih panjang serta kemungkinan perubahan jadwal keberangkatan dan kepulangan.

Di sisi lain, asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah mengimbau jemaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang serta aktif berkomunikasi dengan pihak travel resmi guna memperoleh informasi terbaru. Mereka juga meminta agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah menyatakan hingga saat ini tidak ada laporan jemaah Indonesia yang terdampak langsung oleh konflik bersenjata di kawasan tersebut. Namun, langkah antisipatif terus dilakukan seiring dinamika situasi yang berkembang.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM
Dapur MBG di Lebak Diduga Tak Sesuai SOP, FRIC Desak Korwil BGN Segera Evaluasi
Ketua Presidium FPII Kasihhati Hadiri Pelantikan 36 Pejabat Pemasyarakatan Sumsel
95 Persen Masih Impor, Wakapolri Dorong Produksi Bawang Putih Nasional
Peringati HUT RI ke-81, Mayjen (P) Saurip Kadi Soroti Pidato Presiden dan Solusi Pembenahan Sistem Kenegaraan
600 Massa Gelar Aksi di Tanah Abang, 8 Tuntutan Nasional Disampaikan kepada Pemerintah
Momentum HUT-RI Ke-81, DPP AWII Tegaskan Komitmen Pengawalan Pers yang Independen dan Merdeka
HUT RI ke-81, Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah Tegaskan Semangat Pers dan Kemerdekaan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:38 WIB

DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Dapur MBG di Lebak Diduga Tak Sesuai SOP, FRIC Desak Korwil BGN Segera Evaluasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Ketua Presidium FPII Kasihhati Hadiri Pelantikan 36 Pejabat Pemasyarakatan Sumsel

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:09 WIB

95 Persen Masih Impor, Wakapolri Dorong Produksi Bawang Putih Nasional

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Peringati HUT RI ke-81, Mayjen (P) Saurip Kadi Soroti Pidato Presiden dan Solusi Pembenahan Sistem Kenegaraan

Berita Terbaru