Ketum DPP PWOD Desak Pemerintah Evaluasi PSN di Pulau Obi, Soroti Dugaan Konflik Agraria

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, FaktaMerah.com – Ketua Umum DPP PWOD, Feri Rusdiono, SH, mendesak pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan konflik agraria yang melibatkan masyarakat dan perusahaan tambang di wilayah tersebut, Jumat (3/7/2026).

Dalam pernyataannya, Feri menilai berbagai laporan yang beredar mengenai dugaan sengketa lahan perlu ditangani secara serius, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, pemerintah harus memastikan pembangunan nasional tetap menghormati hak-hak masyarakat.

“Jangan sampai pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. Semua dugaan pelanggaran harus diperiksa secara objektif,” ujar Feri.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

PWOD juga meminta pemerintah melakukan audit terhadap pelaksanaan PSN di Pulau Obi apabila ditemukan indikasi adanya persoalan dalam proses pengadaan maupun penguasaan lahan.

Dalam keterangannya, Feri menyinggung nama PT Harita Group dan PT Trimegah Bangun Persada (TBP) yang disebut dalam berbagai pemberitaan terkait konflik agraria di Pulau Obi. Namun demikian, hingga berita ini disusun, belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan adanya pelanggaran hukum oleh pihak-pihak tersebut.

Baca Juga:  Silaturahmi, Bukber LPM–Karang Taruna Kelurahan Gondrong, Perkuat Kebersamaan Warga di Bulan Ramadan

Feri menegaskan bahwa setiap dugaan penyimpangan harus dibuktikan melalui proses hukum yang adil dan transparan.

“Apabila memang ditemukan pelanggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Negara harus hadir memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi hak masyarakat,” katanya.

PWOD juga meminta Presiden beserta kementerian dan lembaga terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek strategis di wilayah Maluku Utara agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap hak masyarakat.

Menurut Feri, penyelesaian konflik agraria yang cepat dan berkeadilan penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pembangunan nasional.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari PT Harita Group maupun PT Trimegah Bangun Persada (TBP) terkait pernyataan yang disampaikan PWOD. Redaksi memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Erick)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Dua Hari, 6 Simpatisan dan Anggota OPM Nyatakan Setia kepada NKRI
Kapolri di Sukabumi Dorong 5.000 Peserta Pramuka PUI Siapkan Diri Jadi Pemimpin
Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bakal Dirombak, FRIC Lebak: Harus Tepat Sasaran
Polri Imbau Orang Tua Awasi Anak, Hindari Lokasi Aksi yang Berpotensi Ricuh
DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM
Dapur MBG di Lebak Diduga Tak Sesuai SOP, FRIC Desak Korwil BGN Segera Evaluasi
Ketua Presidium FPII Kasihhati Hadiri Pelantikan 36 Pejabat Pemasyarakatan Sumsel
95 Persen Masih Impor, Wakapolri Dorong Produksi Bawang Putih Nasional
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:26 WIB

Dalam Dua Hari, 6 Simpatisan dan Anggota OPM Nyatakan Setia kepada NKRI

Kamis, 3 September 2026 - 13:19 WIB

Kapolri di Sukabumi Dorong 5.000 Peserta Pramuka PUI Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bakal Dirombak, FRIC Lebak: Harus Tepat Sasaran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Polri Imbau Orang Tua Awasi Anak, Hindari Lokasi Aksi yang Berpotensi Ricuh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:38 WIB

DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM

Berita Terbaru