Jakarta ( FAKTAMERAH.COM ) – Sejumlah pedagang dan pemilik kios di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, mulai berdatangan kembali pada Jumat (12/12) pagi. Mereka datang untuk mengangkut barang-barang yang masih tersisa setelah insiden bentrok, pengeroyokan mata elang, hingga aksi penjarahan dan pembakaran yang terjadi pada Kamis (11/12).
Medi Maria, perwakilan dari Indonesia Chef Association yang menaungi beberapa lapak pedagang di kawasan tersebut, menyebut para pedagang masih dilanda trauma dan syok akibat kejadian yang berlangsung cepat dan tidak terkendali.
“Insiden pada Kamis kemarin sangat parah. Terjadi penjarahan, ada pembakaran kios, semua terjadi seketika. Banyak pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka,” ujar Medi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa puluhan pelaku datang menyerang, merusak kios, hingga membakar lapak yang berada di sepanjang area seberang TMP Kalibata. Para pedagang kecil—termasuk pelaku UMKM—menjadi korban langsung dari tindak kekerasan tersebut.
Medi juga meminta perhatian dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk membantu para pelaku usaha yang mengalami kerugian besar. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan karena sebagian besar pedagang menggantungkan penghasilan harian dari usaha di lokasi tersebut.
“Kami mohon pemerintah turun tangan. Banyak pedagang kehilangan seluruh modal dan barang dagangannya. Mereka butuh bantuan untuk bisa kembali bangkit,” tegasnya.
Hingga kini, proses pembersihan dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan. Para pedagang berharap aparat dapat menjamin keamanan agar mereka bisa kembali menjalankan aktivitas ekonomi tanpa rasa takut.
( Ramdani )






