Pertamax Tembus Rp16.250! Warga Jakarta Diprediksi Tinggalkan Kendaraan Pribadi dan Beralih ke Transportasi Umum

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) mulai Rabu (10/6/2026) diperkirakan akan mengubah pola mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Harga Pertamax (RON 92) resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 melonjak dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Lonjakan harga yang mencapai lebih dari 30 persen tersebut menjadi perhatian para pengguna kendaraan pribadi. Sejumlah pengamat transportasi menilai kenaikan ini berpotensi mendorong masyarakat untuk lebih mempertimbangkan penggunaan transportasi publik sebagai alternatif yang lebih ekonomis.

Di Jakarta, pilihan transportasi umum yang semakin beragam dinilai menjadi faktor pendukung terjadinya pergeseran tersebut. Kehadiran layanan bus, kereta komuter, MRT, hingga LRT memberikan opsi perjalanan yang lebih terjangkau dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi yang kini harus menanggung biaya bahan bakar lebih tinggi.

Sejumlah warga mengaku mulai menghitung ulang pengeluaran harian mereka setelah kenaikan harga Pertamax berlaku. Bagi pekerja yang setiap hari menempuh perjalanan puluhan kilometer, kenaikan hampir Rp4.000 per liter dinilai cukup signifikan terhadap anggaran bulanan keluarga.

Selain berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, kenaikan BBM juga diperkirakan akan memengaruhi biaya distribusi barang dan jasa. Namun demikian, pemerintah memastikan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta mekanisme harga pasar yang berlaku.

Meski menuai beragam tanggapan, banyak pihak menilai momentum ini dapat menjadi pendorong bagi masyarakat perkotaan untuk beralih ke moda transportasi massal yang lebih efisien, sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan di ibu kota. Dengan biaya operasional kendaraan yang semakin tinggi, transportasi umum diprediksi akan menjadi pilihan yang semakin diminati warga Jakarta dalam beberapa waktu ke depan.

Loading

Penulis : Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub DKI Perkuat Mitigasi Cegah Truk Tabrak JPO, Pengawasan Angkutan Barang Diperketat
KMP Mutiara Persada 3 Terapung Berhari-hari di Kalianda, Penumpang Terlantar dan Rugi Besar
KRL Rangkasbitung Mati Listrik Sore Ini, Percikan Api di LAA Jadi Penyebab
Contraflow Mendadak Diberlakukan di Tol Jakarta–Cikampek, Arus Mudik Mulai Padat
Dampak Positif Subsidi Bus: Pengguna Transportasi Publik Meningkat 40%
Solusi Kemacetan: Rencana Pembangunan Kereta Bawah Tanah di Kota Besar
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:56 WIB

Dishub DKI Perkuat Mitigasi Cegah Truk Tabrak JPO, Pengawasan Angkutan Barang Diperketat

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:20 WIB

Pertamax Tembus Rp16.250! Warga Jakarta Diprediksi Tinggalkan Kendaraan Pribadi dan Beralih ke Transportasi Umum

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:12 WIB

KMP Mutiara Persada 3 Terapung Berhari-hari di Kalianda, Penumpang Terlantar dan Rugi Besar

Senin, 4 Mei 2026 - 13:57 WIB

KRL Rangkasbitung Mati Listrik Sore Ini, Percikan Api di LAA Jadi Penyebab

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:03 WIB

Contraflow Mendadak Diberlakukan di Tol Jakarta–Cikampek, Arus Mudik Mulai Padat

Berita Terbaru