PROF. DR. SUTAN NASOMAL: PURBAYA HARUS BERANI POTONG BENANG KUSUT SISTEM SAAT INI

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Kebijakan Kementerian Keuangan yang mendorong terobosan kredit lunak bagi pelaku ekonomi lemah dan menengah dinilai sebagai langkah tepat untuk memperkuat perekonomian rakyat. Hal ini disampaikan oleh Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan online di kantor pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, pada 14 November 2025.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara besar apabila ditopang oleh sistem ekonomi yang sehat dan berpihak pada masyarakat kecil. “Inilah yang harus menjadi perhatian Pak Purbaya sebagai menteri. Ada jutaan masyarakat yang menunggu keberanian pemerintah mendorong kemajuan ekonomi dari level mikro hingga makro,” ujarnya.

Bank Punya Uang, Proyek Ada, tetapi Tidak Terhubung

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Sutan menyoroti persoalan klasik: bank memiliki dana, namun tidak berani membuka akses pembiayaan untuk proyek produktif. Sebaliknya, banyak proyek potensial justru tidak berjalan karena minimnya modal. Hal ini membuat jutaan UMKM yang sebenarnya mampu berkembang tidak mendapatkan dukungan yang seharusnya.

“Pak Purbaya harus mengumpulkan dan menegur semua pimpinan eksekutif bank. Jangan mempersulit kredit masyarakat kecil. Mengapa bank hanya merangkul pengusaha besar dan memberikan pinjaman miliaran yang sering kali macet dan tidak disiplin?” tegasnya.

Berani Memotong Benang Kusut

Ia mengatakan, masyarakat menunggu keberanian Menteri Purbaya untuk memotong benang kusut dalam sistem pemerintahan dan sektor keuangan saat ini. Menurutnya, banyak kasus merugikan negara disebabkan adanya oknum pejabat yang bermain dua kaki dan melemahkan pengawasan.

Baca Juga:  895 Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Polri, Banten Jadi Wilayah dengan Capaian Tertinggi

Prof. Sutan mencontohkan hasil sidak Purbaya di Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya beberapa waktu lalu. “Banyak hal tidak normal ditemukan. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan,” katanya.

Serbuan Barang Impor Rugikan Industri Nasional

Masalah lain yang disorot adalah banjirnya barang impor dengan nilai yang tidak wajar. Hal ini berdampak besar pada industri nasional, menyebabkan banyak pabrik gulung tikar atau pindah ke negara lain, hingga berujung pada gelombang PHK.

“Ada jutaan masyarakat yang akhirnya terdampak, bahkan kelaparan, akibat sistem yang tidak sehat dan permainan oknum di berbagai sektor,” kata Prof. Sutan.

Oknum Nakal Harus Ditindak Tegas

Ia menegaskan, setelah kondisi ekonomi berantakan seperti saat ini, pemerintah harus menindak tegas oknum pejabat yang bermain dua kaki. “Benang kusut ini harus digunting. Oknum pejabat pemerintah dan kepala daerah yang nakal harus ditangkap agar sistem bisa kembali berjalan sehat dan berpihak kepada masyarakat kecil.”

Menurutnya, pemerintah tidak perlu menghabiskan energi mencari hal yang sudah tenggelam, tetapi fokus menciptakan sistem baru yang lebih sehat, transparan, dan berpihak pada rakyat.

Kondisi Global Tidak Sehat, Perbaikan Sistem adalah Kunci

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, Prof. Sutan menilai hanya pemerintah dan masyarakat yang mampu membangun sistem internal yang bersih dan sehat yang dapat bertahan dalam persaingan dagang internasional.

“Penegakan hukum harus ketat, dan sistem ekonomi harus sehat agar Indonesia bisa melaju,” tutupnya.


(Baihaki Khaizan – Fakta Merah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Staf Khusus Presiden Bertemu Ketua Umum FRIC, Bahas Peran Jurnalis di Era Digital
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Rabu, 30 September 2026 - 11:41 WIB

Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB