Surat AWII Sejak Januari Diabaikan, Inspektorat Tangsel Terancam Dilaporkan ke Irjen dan Ombudsman

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Faktamerah, TANGSEL – Kinerja pengawasan internal Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menuai sorotan tajam. Surat resmi yang dilayangkan oleh Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) DPC Tangerang Raya kepada Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Januari 2026 hingga kini belum pernah mendapatkan tanggapan ataupun klarifikasi resmi.

 

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat tersebut berkaitan dengan permintaan klarifikasi dan dorongan agar Inspektorat menjalankan fungsi pengawasan terhadap sejumlah persoalan pelayanan publik serta dugaan permasalahan administrasi di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Tangsel. Namun hingga memasuki bulan Maret, tidak ada satu pun respons yang diberikan oleh Inspektorat.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dari pihak AWII yang menilai sikap tersebut mencerminkan lemahnya respons lembaga pengawasan internal terhadap laporan masyarakat.

Sekretaris DPC AWII Tangerang Raya, Agus Sapto Utomo, S.Sos, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat tersebut secara resmi sejak awal tahun, namun hingga kini tidak pernah ada jawaban.

“Surat sudah kami kirim sejak Januari, tetapi sampai sekarang tidak ada tanggapan sama sekali. Tidak ada balasan, tidak ada klarifikasi, bahkan tidak ada pemberitahuan bahwa surat tersebut sedang diproses,” ujarnya.

Menurut Agus, sikap diam tersebut dapat memunculkan persepsi publik bahwa laporan masyarakat tidak mendapatkan perhatian serius dari lembaga pengawasan internal pemerintah daerah.

Baca Juga:  DPRD DKI Minta APBD 2027 Fokus pada Infrastruktur yang Langsung Dirasakan Warga

Sementara itu, Ketua DPD AWII Provinsi Banten, Cecep Anang Hardian, menilai sikap bungkam Inspektorat berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan daerah.

“Inspektorat seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan birokrasi berjalan bersih dan transparan. Jika surat resmi dari masyarakat atau organisasi saja tidak dijawab sejak Januari hingga sekarang, tentu ini menjadi preseden buruk bagi sistem pengawasan pemerintahan,” tegasnya.

Cecep juga menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada tanggapan dari Inspektorat Kota Tangerang Selatan, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pengawasan yang lebih tinggi.

“Apabila dalam waktu dekat tidak ada klarifikasi ataupun respons resmi, maka kami akan melaporkan persoalan ini kepada Ombudsman Republik Indonesia serta Inspektorat Jenderal yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan lebih lanjut terhadap kinerja pengawasan pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga agar mekanisme pengawasan dalam pemerintahan tetap berjalan secara sehat dan tidak mengabaikan laporan masyarakat.

AWII menegaskan bahwa kontrol sosial merupakan bagian penting dari demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, setiap laporan atau surat resmi yang disampaikan kepada lembaga pemerintah seharusnya ditanggapi secara profesional dan transparan.

( red )

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Irigasi Tersier Rp100 Juta di Malingping Utara Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan
DAP Wilayah III Doberay dan Polsek Teminabuan Sosialisasikan Kamtibmas di Pasar Ampera
Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan
Ratusan Warga Lippo Village Gelar Aksi Damai, Tuntut Kejelasan PSU, AJB, dan IPKL
Proyek TPT Sumur Bandung Senilai Rp59,2 Juta Disorot, Aktivis YLPK PERARI Minta Pemeriksaan Teknis
Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot
Gubernur Kaltara Tutup Irau ke-12 Malinau, Perputaran Uang Tembus Rp9,94 Miliar
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Proyek Irigasi Tersier Rp100 Juta di Malingping Utara Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Ratusan Warga Lippo Village Gelar Aksi Damai, Tuntut Kejelasan PSU, AJB, dan IPKL

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:43 WIB

Proyek TPT Sumur Bandung Senilai Rp59,2 Juta Disorot, Aktivis YLPK PERARI Minta Pemeriksaan Teknis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Berita Terbaru