Trotoar Jembatan Lima Dikuasai PKL dan Motor, Warga Geram: Penertiban Jangan Setengah Hati, Libatkan Damkar!

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (FAKTAMERAH.COM) – Trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki berubah total menjadi jalur rebutan antara PKL, parkir liar, dan aktivitas komersial di kawasan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Kondisi ini tidak hanya menggerus hak publik, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.

Pada Rabu (10/12/2025) sore, trotoar sepanjang sekitar 150 meter di lokasi tersebut nyaris tidak menyisakan satu meter pun ruang untuk dilalui pejalan kaki. Gerobak PKL, motor yang diparkir sembarangan, hingga meja-kursi pelanggan memenuhi seluruh badan trotoar. Guiding block kuning untuk penyandang disabilitas pun tenggelam di bawah lapak dan barang dagangan.

Warga menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori “darurat trotoar” dan harus ditangani dengan cara yang lebih tegas, cepat, dan tidak biasa.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sudah keterlaluan. Trotoar habis dikuasai PKL dan motor. Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan penertiban rutin Satpol PP. Perlu tindakan yang bikin jera,” ujar seorang warga di lokasi.

Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) karena memiliki kendaraan kecil yang mampu masuk ke gang-gang untuk membuka akses jalan dan membantu penertiban.

Baca Juga:  Meresahkan! Juru Parkir Liar di Setiabudi Pungut Rp 10 Ribu, Gunakan Badan Jalan

Hak Pejalan Kaki Diinjak-injak

Fenomena trotoar yang disulap menjadi pasar dan lahan parkir bukan hal baru di kota besar negara berkembang. Namun, menurut warga, Jakarta sudah berada pada titik kritis.

“Trotoar itu ruang publik untuk pejalan kaki, bukan ruang gratis untuk berdagang. Penguasaan seperti ini melanggar hak warga kota,” tegasnya.

Ia menyebut, beberapa warga bahkan sudah mulai merekam pelanggaran sebagai bentuk kontrol sosial karena merasa pemerintah tidak memberikan tindakan tegas.

“Ada ibu-ibu yang marah dan merekam ojek pangkalan yang mangkal di trotoar. Itu karena mereka sudah capek dan merasa dilanggar terus,” ujarnya.

Trotoar yang seharusnya menjadi simbol ruang demokratis kini berubah menjadi arena benturan antara modernisasi kota, maraknya ekonomi informal, dan lemahnya penegakan aturan. Tanpa langkah tegas, warga menilai kondisi tersebut akan terus berulang dan semakin membahayakan pejalan kaki.

( Setiawan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Tambora Sediakan Penitipan Motor Gratis, Warga Merasa Aman dan Tenang
Permudah Akses Informasi, Polda Jabar Luncurkan Hotline BB Ranmor untuk Layanan Pinjam Pakai
Pelayanan Tetap Optimal Selama Ramadan, PERUMDAM TKR Pastikan Distribusi Air Aman dan Lancar
Lubang Jalan Gedong Raya Penjaringan Makan Korban, Warga Terpaksa Tambal Sendiri
Razia 14 Hari Digelar, Satlantas Polresta Tangerang Fokus Tekan Pelanggaran Berisiko Tinggi Jelang Mudik
Mantapkan Kesiapan Menuju WBBM, Lapas Kelas I Makassar Laksanakan Asesmen Internal Zona Integritas
Disorot Soal Etika dan Disiplin, Sikap Kepala UPT 2 Dinas Perkimta Tangsel Dipertanyakan
Sudinhub Jakarta Utara Tertibkan 5.572 Kendaraan Pelanggar Lalin Sepanjang 2025
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 12:30 WIB

Polsek Tambora Sediakan Penitipan Motor Gratis, Warga Merasa Aman dan Tenang

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:33 WIB

Permudah Akses Informasi, Polda Jabar Luncurkan Hotline BB Ranmor untuk Layanan Pinjam Pakai

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:51 WIB

Pelayanan Tetap Optimal Selama Ramadan, PERUMDAM TKR Pastikan Distribusi Air Aman dan Lancar

Jumat, 6 Februari 2026 - 03:26 WIB

Lubang Jalan Gedong Raya Penjaringan Makan Korban, Warga Terpaksa Tambal Sendiri

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:32 WIB

Razia 14 Hari Digelar, Satlantas Polresta Tangerang Fokus Tekan Pelanggaran Berisiko Tinggi Jelang Mudik

Berita Terbaru