JAKARTA, FaktaMerah.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga melanjutkan pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Prof Dr Soepomo sisi barat, Jakarta Selatan.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari penataan jaringan utilitas perkotaan agar keberadaan berbagai jaringan infrastruktur di ruang milik jalan dapat dikelola secara lebih tertib dan terintegrasi.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Kota Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Imam Adi Nugraha, mengatakan pekerjaan SJUT di ruas tersebut dibagi menjadi lima segmen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, pengerjaan berlangsung pada Segmen 1 yang terdiri atas 13 manhole. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 manhole telah selesai dibangun, sementara pekerjaan lainnya masih berjalan.
“Sebanyak 10 manhole telah terbangun dan pekerjaan masih terus berlanjut untuk menyelesaikan tahapan berikutnya,” ujar Imam, Rabu (9/9/2026).
Menurut Imam, pembangunan SJUT diarahkan untuk mendukung penataan jaringan utilitas sehingga penempatan dan pengelolaannya dapat dilakukan secara lebih teratur.
Penataan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan infrastruktur yang berada di ruang milik jalan secara lebih baik.
Perhatikan Kelancaran Lalu Lintas
Dalam pelaksanaan proyek, Dinas Bina Marga menyatakan turut memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengatur dampak pekerjaan terhadap mobilitas masyarakat.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara bertahap di Jalan Prof Dr Soepomo, mulai dari kawasan depan Crown Plaza hingga depan Klinik Mata SMEC Tebet.
Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan akan menghadapi penyempitan badan jalan atau pengurangan lebar lajur pada sejumlah titik.
Imam mengatakan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga menjadi perhatian selama proses pembangunan berlangsung.
Area pekerjaan dilengkapi dengan papan penutup, rambu-rambu lalu lintas, serta papan informasi untuk memberikan pemberitahuan kepada masyarakat yang melintas.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta memastikan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sesuai rencana. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aktivitas masyarakat dan kelancaran mobilitas di sekitar lokasi proyek.
Dengan pembangunan SJUT, pemerintah berharap penataan jaringan utilitas di kawasan tersebut dapat berlangsung lebih terintegrasi sekaligus mendukung pengelolaan ruang jalan secara lebih tertib.
(Ramdani)
![]()






