Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, FaktaMerah.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) memperkuat upaya pencegahan ekstremisme, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, serta judi online yang dinilai dapat mengancam perkembangan generasi muda.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Polisi Bersama Masyarakat: Pencegahan Ekstremisme pada Anak dan Penguatan Keluarga dan Sekolah” di Aula Moeryono, Mapolda Jabar, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jabar tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Jabar, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, unsur Kominfo, akademisi UIN Sunan Gunung Djati, kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), wali kelas, serta perwakilan pelajar tingkat SMP dan SMA.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar menyoroti sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi perkembangan dan perilaku anak, di antaranya peredaran obat-obatan terlarang, pinjaman online (pinjol), judi online, perundungan, serta penyebaran paham ekstremisme.

Kapolda juga menyinggung pengungkapan kasus peredaran obat keras ilegal sebanyak 256 juta butir di pergudangan Wispak dan Koko. Barang bukti tersebut disebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun.

Menurutnya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dapat memicu berbagai persoalan sosial, termasuk perilaku agresif dan tindak kriminalitas. Sementara itu, jeratan pinjol dan judi online berpotensi menimbulkan tekanan ekonomi maupun psikologis, khususnya di kalangan remaja.

Untuk mengantisipasi berbagai ancaman tersebut, Polda Jabar mendorong penguatan program pembinaan dan edukasi di lingkungan pendidikan melalui program Polisi Pembina Upacara.

Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Polda Jabar dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang telah diperluas hingga 27 kabupaten/kota.

Baca Juga:  Sinergitas TNI-Polri di Jabar Makin Kuat, Jaga Kondusivitas Jelang May Day

Melalui program ini, personel kepolisian dari tingkat Polda hingga Polsek akan terlibat dalam kegiatan pembinaan di sekolah, termasuk menjadi pembina upacara setiap Senin.

Materi edukasi yang diberikan mencakup pencegahan radikalisme, bahaya narkoba, pencegahan kekerasan dan perundungan, kesehatan remaja, serta penggunaan media sosial secara bijak. Kegiatan tersebut juga melibatkan instansi terkait, termasuk Densus 88 dan Dinas Kesehatan.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa pencegahan ekstremisme dan berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah.

Keluarga diharapkan menjadi lingkungan pertama yang memberikan rasa aman bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi. Sementara itu, sekolah memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini melalui kepala sekolah, guru BK, dan wali kelas.

Pendekatan yang mengedepankan empati, komunikasi, serta pendampingan dinilai penting agar anak tidak merasa dihakimi atau mendapatkan stigma ketika menghadapi persoalan.

Kepada para pelajar yang hadir, Kapolda Jabar juga mengingatkan pentingnya menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi, serta tidak mudah terpengaruh ajakan negatif di media sosial.

Para siswa juga didorong untuk berani melaporkan kepada orang tua maupun guru apabila mengalami perundungan atau mendapatkan ajakan melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Menurut Kapolda, keberanian meminta pertolongan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri dan masa depan.

Kegiatan FGD yang resmi dibuka pada pukul 10.15 WIB tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret dalam memperkuat perlindungan anak serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dari pengaruh ekstremisme dan berbagai ancaman sosial.

(Mario Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Berita Terbaru