JAKARTA, 12 Oktober 2025 — Di tengah derasnya arus informasi dan menjamurnya media sosial, peran wartawan semakin krusial sebagai penegak kebenaran dan penjaga akal sehat publik. Dunia jurnalistik kini tidak hanya berhadapan dengan tantangan kecepatan berita, tetapi juga keakuratan dan integritas dalam menyajikan informasi.
Ketua Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) DPD Jakarta, Mario, menegaskan bahwa wartawan harus tetap berpegang pada prinsip dasar profesi, yakni keberimbangan, verifikasi, dan tanggung jawab moral terhadap publik.
“Wartawan hari ini tidak cukup hanya bisa menulis cepat, tapi juga harus punya tanggung jawab sosial. Dalam kondisi media yang semakin bebas, justru integritas menjadi pembeda antara jurnalis sejati dan penyebar informasi palsu,” ujar Mario.
ADVERTISEMENT
google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, di era digital saat ini, wartawan dituntut adaptif terhadap teknologi, namun tidak boleh kehilangan esensi idealisme jurnalistik. “Kecepatan tidak boleh mengorbankan kebenaran. Tugas utama wartawan tetap sama: mencari fakta, bukan sensasi,” tambahnya.
Mario juga menyoroti pentingnya organisasi wartawan sebagai wadah pembinaan dan pengawasan etika. “AWII berkomitmen mendorong profesionalisme di setiap lini media. Kita ingin jurnalis di Jakarta punya karakter kuat, tangguh, dan berani menyuarakan kebenaran tanpa tekanan,” tegasnya.
Dengan maraknya hoaks dan manipulasi opini publik, keberadaan wartawan profesional menjadi benteng terakhir dalam menjaga kualitas demokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap media.
“Wartawan bukan sekadar pencatat peristiwa, tapi pelita dalam gelapnya informasi,” tutup Mario.







