Jakarta Barat – Di tengah derasnya hujan yang mengguyur kawasan Jalan KH Moh. Mansyur, seorang pedagang perempuan tampak tetap bertahan di lapaknya. Dengan mengenakan kerudung abu-abu dan kemeja bergaris, ia tampak tekun menyiapkan bungkusan makanan untuk pelanggan yang datang satu per satu, meski cuaca malam itu terasa dingin dan lembap.
Di atas meja sederhana, beberapa bungkus nasi dan aneka makanan ringan tersusun rapi dalam wadah plastik. Sementara di sekelilingnya, suasana jalan terlihat ramai oleh kendaraan yang melintas. Namun, semangat perempuan itu tidak luntur sedikit pun.
“Kalau berhenti jualan, enggak ada pemasukan. Hujan-hujan begini tetap harus semangat, soalnya ini satu-satunya cara buat saya bantu keluarga,” ujarnya dengan nada tegar sambil membungkus pesanan pembeli.
ADVERTISEMENT
google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0SCROLL TO RESUME CONTENT
Kisah seperti ini menjadi potret nyata perjuangan pedagang kecil di ibu kota. Di tengah tekanan ekonomi dan cuaca yang tak menentu, mereka tetap berusaha mencari nafkah secara halal demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Salah satu warga sekitar yang sering membeli di lapak tersebut turut memberikan apresiasi.
“Beliau ini pantang menyerah. Hujan deras pun tetap buka, dan makanannya selalu enak serta murah. Pedagang seperti ini layak dapat perhatian pemerintah,” ujar seorang pembeli.
Semangat pedagang di Jalan KH Moh. Mansyur ini menjadi simbol ketangguhan dan keikhlasan masyarakat kecil yang terus berjuang tanpa pamrih. Di balik lapak sederhana itu tersimpan cerita tentang kerja keras, ketulusan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi keluarga.
( Nurhayati )






