Banten, faktamerah.com — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Gubernur Banten Andra Soni memaparkan sejumlah strategi Pemprov Banten dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Langkah tersebut meliputi pembenahan akses, penguatan keamanan, hingga penataan destinasi wisata di berbagai daerah.
Menurut Andra, pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga harus memastikan kenyamanan serta keamanan pengunjung.
“Tugas kami bukan hanya mengelola potensi wisata, tapi memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman sejak datang hingga pulang,” ujar Andra kepada awak media.
ADVERTISEMENT
google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0SCROLL TO RESUME CONTENT
Perbaikan Akses dan Penguatan Layanan Wisata
Menghadapi musim liburan akhir tahun, Pemprov Banten melakukan sejumlah pembenahan, termasuk perbaikan jalur menuju kawasan wisata dan peningkatan pengawasan di titik-titik ramai. Selain itu, fasilitas umum seperti area parkir dan jalur pedestrian juga diperbaiki. Masyarakat sekitar destinasi turut diberikan pelatihan pelayanan wisata untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Pariwisata tidak bisa maju hanya dari sisi keindahannya, tapi juga dari kualitas pelayanan yang diterima pengunjung,” tegasnya.
Negeri di Atas Awan Lebih Siap Menyambut Wisatawan
Salah satu destinasi yang kini semakin siap dikunjungi adalah kawasan Negeri di Atas Awan Gunung Luhur. Akses jalan yang sebelumnya sulit kini telah diperbaiki dan dapat dilalui kendaraan kecil hingga besar. Andra berharap peningkatan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan saat libur akhir tahun serta memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.
“Ini jadi pilihan baru yang lebih nyaman untuk wisatawan saat liburan,” katanya.
Daya Tarik Budaya Baduy Tetap Menjadi Magnet
Selain panorama alam, Banten juga mengandalkan kekuatan budaya, termasuk keberadaan Masyarakat Adat Baduy di Leuwidamar, Lebak. Konsistensi masyarakat Baduy dalam mempertahankan adat serta menolak penggunaan teknologi modern menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
“Konsistensi itu yang membuat Baduy istimewa dan selalu menarik minat pengunjung,” jelas Andra.
Dorong Reaktivasi Jalur Kereta Wisata
Di sektor wisata sejarah, Pemprov Banten tengah mendorong percepatan reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung–Pandeglang. Jalur ini diyakini akan membuka kembali akses menuju sejumlah lokasi wisata sejarah dan religi yang kerap menjadi tujuan wisata keluarga.
“Kalau jalurnya aktif lagi, wisata makin murah dan akses makin terbuka,” tambahnya.
Kolaborasi Komunitas Jadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan
Andra menegaskan pentingnya kolaborasi dengan komunitas lokal dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Ia memastikan bahwa beberapa titik wisata baru juga sedang disiapkan untuk dipromosikan sebagai destinasi alternatif pada libur Nataru kali ini.
Meski belum merinci seluruh lokasi yang dimaksud, Andra memastikan destinasi tersebut telah ditata agar layak dan nyaman dikunjungi wisatawan.
(Baihaki Khaizan Achmads)






