Pejabat Tangsel Pelesiran Berbungkus Pelatihan di Bandung, Diduga Boros Anggaran Rp1,5 Miliar

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel, Fakta Merah – Kegiatan pejabat Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, dugaan pemborosan anggaran muncul setelah rombongan pejabat eselon II dan III diketahui menggelar acara di Bandung dengan nilai biaya yang disebut mencapai Rp 1,5 miliar angka yang langsung memicu kemarahan publik.

Informasi ini pertama kali mencuat dari unggahan Instagram @officialtangerangupdatecom pada Rabu (10/12/2025). Dalam tayangan tersebut, tampak spanduk besar bertuliskan

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tangsel Leadership 2025 – Strategic Communication & Management Risk For Public Governance.”

Spanduk itu terpampang di sebuah hotel bintang empat di Bandung, tepat lokasi para pejabat itu menginap pada 9–10 Desember 2025. Di sekitar area hotel juga terlihat jelas mobil dinas berpelat merah berkode “W”, yang menguatkan dugaan bahwa kegiatan ini dibiayai penuh oleh APBD Tangsel.

Agus, Joena, dan Cecep: “Ini Terang-Terangan Pemborosan!” Jumat (12/12).

Tiga pemerhati kebijakan Tangsel Agus Sapto Utomo, S.E., Joena dari Sekjen DPP AWII, dan Cecep Anang Hardian, mereka pun menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kemewahan yang tidak lah etis, apalagi dilakukan di luar daerah, jauh dari kepentingan masyarakat Tangsel.

Agus Sapto Utomo menegaskan bahwa gelaran di hotel mewah Bandung itu bukan hanya tak sensitif terhadap kondisi keuangan daerah, tapi juga patut ditelisik apakah benar-benar memiliki urgensi dan manfaat nyata untuk publik.
“Ini bukan lagi efisiensi, ini hiburan terselubung. Kalau anggarannya betul mencapai Rp 1,5 miliar, Kejati Banten wajib turun tangan,” tegas Agus.

Baca Juga:  DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM

Sementara itu, Joena dari Sekjen Dewan Pimpinan Nasional AWII menyebut pola-pola seperti ini sudah berulang dan  harus diakhiri.

“Modus pelatihan, workshop, leadership, tapi tempatnya hotel bintang empat di luar kota. Ini pola lama. Harus diusut,” ucap Joena.

Cecep Anang Hardian, warga sekaligus pemerhati yang paling vokal, menyebut kegiatan tersebut jauh dari asas prioritas.
“Tangsel masih punya banyak PR infrastruktur, tapi pejabatnya lebih memilih acara nyaman di Bandung. Ini ironi,” ujar Cecep.

Desakan Audit Semakin Kencang !!!

Ketiganya kompak mendesak Kejati Banten untuk segera melakukan audit investigatif terhadap anggaran kegiatan tersebut, termasuk pembiayaan akomodasi, konsumsi, transportasi, serta vendor penyelenggara acara.

Mereka juga memberi peringatan keras,
“Kalau Kejati Banten diam, laporan ini akan dinaikkan ke Kejaksaan Agung. Publik punya hak melihat ke mana uang mereka dipakai,” tegas Agus, Joena dan Cecep dalam pernyataan bersama.

Pemkot Tangsel Diminta Transparan,
Hingga berita investigasi ini dirilis, Pemkot Tangsel belum memberikan klarifikasi resmi terkait total anggaran acara, alasan pemilihan lokasi di luar kota, hingga manfaat konkret untuk masyarakat, serta siapa penyelenggara dan vendor yang terlibat.

Publik Tangsel kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada lagi “piknik berjubah pelatihan”** yang membebani APBD tanpa nilai manfaat.

( red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot
Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung
DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar
Urugan di Petukangan Selatan Disorot, Status Izin dan Pengawasan Dipertanyakan
PDAM Kota Tangerang Sambangi Kantor GWI, Bahas Keterbukaan Informasi Publik
Warga Gondrong Keluhkan Aktivitas PT Gamen di Tengah Permukiman, Bang Zeck Desak Pemkot Tangerang
Jalan Baru Diduga Jadi Parkir Liar, Aparat Ke Mana? Dishub dan Satpol PP Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:55 WIB

GWI Pandeglang Desak Evaluasi Camat Angsana, Transparansi Anggaran Mamin dan Stunting Disorot

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Polsek Pulomerak Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Tempurung

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:42 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Urugan di Petukangan Selatan Disorot, Status Izin dan Pengawasan Dipertanyakan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB