Ganti Rugi Tol Semanan–Sunter Dipersoalkan Warga, Ketua AWII DPD Provinsi DKI Jakarta Soroti Proses

- Penulis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PUSAT | FAKTAMERAH.COM -Penolakan terhadap nilai ganti rugi proyek pembangunan Jalan Tol Semanan–Sunter kembali mencuat. Warga RW 09 Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, secara terbuka menyampaikan sikap keberatan mereka melalui pemasangan sejumlah spanduk penolakan di lingkungan Sekretariat RW 09, Jalan Setia Kawan Barat No. 19, Sabtu (20/12/2025).

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 13.10 WIB, tampak beberapa spanduk terpasang di bagian depan gedung sekretariat RW. Spanduk-spanduk tersebut memuat pesan tegas seperti “Warga 09 Menolak!!!”, “Kami Menolak Keras!!! Tidak Sesuai Harga!”, hingga “Harga Appraisal Tol Semanan–Sunter Tidak Sesuai Harga Tanah”.

Aksi pemasangan spanduk ini menjadi simbol kekecewaan warga terhadap nilai appraisal atau penilaian harga tanah yang dinilai jauh di bawah harga pasar. Warga menilai besaran ganti rugi tersebut tidak mencerminkan keadilan dan mengabaikan kondisi riil nilai tanah di wilayah Jakarta Pusat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Mario, Ketua Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) DPD Provinsi DKI Jakarta, turut angkat bicara. Ia menilai aspirasi warga merupakan bentuk penyampaian pendapat yang sah dan dilindungi undang-undang.

Baca Juga:  Tolak Digusur Murah, Warga Duri Pulo Desak Ganti Rugi Layak

“Penolakan warga harus dipandang sebagai alarm sosial. Jika appraisal dinilai tidak sesuai harga pasar dan rasa keadilan, maka negara wajib hadir untuk mengevaluasi. Pembangunan tidak boleh mengorbankan hak-hak warga,” tegas Mario kepada wartawan.
Menurutnya, proyek strategis nasional memang penting, namun pelaksanaannya harus mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan dialog terbuka dengan masyarakat terdampak.

“Warga bukan menolak pembangunan, tapi menuntut keadilan. Pemerintah dan tim appraisal harus membuka ruang dialog yang objektif dan transparan agar tidak menimbulkan konflik sosial berkepanjangan,” tambahnya.

Warga RW 09 sendiri berharap pemerintah dan pihak terkait dapat meninjau ulang nilai appraisal serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses musyawarah penetapan ganti rugi.

Salah satu pesan dalam spanduk menyebutkan, “Penolakan ini bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi agar hak warga tidak dirugikan.”

Hingga berita ini diturunkan, Warga RW 09 Duri Pulo menyatakan akan terus menyuarakan penolakan hingga tercapai kesepakatan yang adil dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

( Fadlli Achmads )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten Rp23,9 Miliar, Ini Lingkup Pekerjaannya.
Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa
Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi
Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka
Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak
GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan
Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan
Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten Rp23,9 Miliar, Ini Lingkup Pekerjaannya.

Selasa, 29 September 2026 - 07:03 WIB

Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa

Jumat, 25 September 2026 - 23:14 WIB

Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka

Jumat, 4 September 2026 - 15:26 WIB

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak

Berita Terbaru