Direktur Jakarta Institute: Isu Narkoba Kerap Jadi Alat Legitimasi Intervensi AS

- Penulis

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Direktur Jakarta Institute Agung Nugroho menilai isu narkoba berulang kali digunakan Amerika Serikat sebagai pembenaran moral untuk melakukan intervensi terhadap negara berdaulat. Ia menyebut invasi Amerika Serikat ke Panama pada 1989 sebagai contoh paling gamblang dari pola tersebut.

“Panama 1989 menunjukkan bahwa narasi perang melawan narkoba sering kali tidak berdiri sendiri. Ia menjadi instrumen politik untuk mengamankan kepentingan strategis Amerika Serikat,” kata Agung kepada Tempo, Selasa.

Invasi yang dikenal sebagai Operation Just Cause itu menargetkan Presiden Panama saat itu, Manuel Noriega, yang dituduh terlibat jaringan narkotika internasional dan mengancam keamanan warga Amerika Serikat. Operasi tersebut melibatkan puluhan ribu tentara AS dan berujung pada penangkapan Noriega, yang kemudian diadili di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Agung, tuduhan narkoba terhadap Noriega tidak bisa dilepaskan dari konteks geopolitik saat itu, terutama menjelang pengalihan kendali Terusan Panama dari Amerika Serikat kepada pemerintah Panama. “Masalah utamanya bukan sekadar narkoba, tetapi kekhawatiran Washington kehilangan kontrol atas jalur perdagangan strategis dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum dicap sebagai narco-dictator, Noriega justru memiliki hubungan panjang dengan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA). “Ketika masih sejalan dengan kepentingan Amerika, Noriega dipelihara. Saat ia membangkang, narasi kriminalisasi mulai dibangun,” kata Agung.

Baca Juga:  Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pungli dan Pesta Miras di Kalijodo

Agung menilai pola serupa dapat dibaca dalam hubungan Amerika Serikat dengan Venezuela saat ini. Presiden Venezuela Nicolás Maduro selama bertahun-tahun menjadi sasaran sanksi ekonomi dan tuduhan keterlibatan kejahatan lintas negara oleh Washington, tuduhan yang dibantah pemerintah Venezuela.

“Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Sejarah menunjukkan, ketika sebuah negara memiliki sumber daya strategis dan pemimpinnya tidak tunduk, maka isu keamanan global kerap dijadikan pintu masuk tekanan,” ujar Agung.

Ia menegaskan, praktik semacam ini berpotensi melemahkan prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional. “Jika intervensi selalu dibenarkan atas nama moralitas sepihak, maka konsep kedaulatan menjadi sangat rapuh,” katanya.

Invasi Panama 1989 hingga kini masih menjadi salah satu contoh paling kontroversial dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat pasca-Perang Dingin. Perbandingan dengan situasi Venezuela, menurut Agung, seharusnya menjadi pengingat bahwa dalih keamanan kerap menyembunyikan kepentingan geopolitik yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah.com Sampaikan Ucapan Selamat kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri
Morning Briefing QMS JNE Pusat Dirangkai Tasyakuran Umrah, Vina Tekankan Disiplin, Sinergi dan Penguatan Materi Nasional
Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pungli dan Pesta Miras di Kalijodo
Lapas Pemuda Tangerang Gelar Razia Gabungan, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan
MAKKI Desak Kapolri Copot Kapolres Karangasem, Soroti Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang
Perkuat Kesiapan Prajurit, Pangdam XVIII/Kasuari Resmikan Lapangan Tembak dan Fasilitas Yonif 762/VYS
DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM
Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen Terungkap, Polisi Tetapkan Tujuh Orang sebagai Tersangka
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Mario Pimpinan Redaksi FaktaMerah.com Sampaikan Ucapan Selamat kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Jumat, 25 September 2026 - 08:45 WIB

Morning Briefing QMS JNE Pusat Dirangkai Tasyakuran Umrah, Vina Tekankan Disiplin, Sinergi dan Penguatan Materi Nasional

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WIB

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pungli dan Pesta Miras di Kalijodo

Senin, 21 September 2026 - 15:55 WIB

Lapas Pemuda Tangerang Gelar Razia Gabungan, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan

Rabu, 16 September 2026 - 13:42 WIB

MAKKI Desak Kapolri Copot Kapolres Karangasem, Soroti Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang

Berita Terbaru