Dua Anggota Brimob Terluka dalam Aksi Brutal Diduga Debt Collector, Publik Desak Penindakan Maksimal

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang, FaktaMerah.com – Dugaan aksi kekerasan yang melibatkan oknum debt collector (DC) terhadap dua personel Satuan Brimob Polda Banten di Kota Serang menuai perhatian publik. Peristiwa yang menyebabkan dua anggota Brimob mengalami luka serius tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Insiden yang terjadi di Jalan Raya Serang–Cilegon Km 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Selasa (2/6/2026) malam itu diduga berawal dari perselisihan terkait penarikan kendaraan. Namun situasi kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan yang mengakibatkan dua anggota Brimob harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Korban diketahui mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuh akibat dugaan pengeroyokan dan penggunaan senjata tajam. Kejadian tersebut memicu reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat yang meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut tuntas kasus tersebut tanpa pandang bulu.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat menilai praktik penagihan utang yang dilakukan dengan cara intimidasi, kekerasan, apalagi menggunakan senjata tajam, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Setiap pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Hukum dan Pemasyarakatan, Lapas Kelas I Makassar Terima Audiensi Kepala Hukum Kodam

Selain mengungkap pelaku yang telah diamankan, aparat kepolisian juga didorong untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk pihak yang mengorganisir atau mengarahkan aksi tersebut. Transparansi penanganan perkara dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Pengamat hukum menegaskan bahwa penggunaan kekerasan dalam aktivitas penagihan utang berpotensi masuk ke ranah tindak pidana dan harus diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, tindakan tegas dari APH menjadi harapan masyarakat agar kasus serupa tidak kembali terulang.

Publik kini menunggu langkah lanjutan dari kepolisian dalam mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memastikan seluruh pihak yang terbukti terlibat mendapatkan sanksi hukum yang setimpal.

Kasus ini sekaligus menjadi momentum bagi aparat untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas debt collector yang kerap dikeluhkan masyarakat karena diduga menggunakan cara-cara yang mengarah pada intimidasi dan kekerasan.

“Siapa pun pelakunya dan apa pun latar belakangnya, tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada ruang bagi aksi premanisme berkedok penagihan utang,” demikian menjadi harapan yang berkembang di tengah masyarakat menyikapi peristiwa tersebut.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB