DLH Tangsel Jelaskan Penanganan Sampah yang Viral, Masyarakat Diajak Pahami Prosesnya

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fakta Merah Tangerang Selatan — Ramainya pemberitaan dan unggahan media sosial terkait persoalan sampah di sejumlah titik di Kota Tangerang Selatan mendorong pentingnya pemahaman publik terhadap proses kerja pengelolaan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sekretaris DPC Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII), Agus Sapto Utomo, S.Sos, menyampaikan bahwa persoalan sampah yang viral perlu disikapi secara objektif dan proporsional, dengan melihat bagaimana sistem pengelolaan sampah bekerja dari hulu hingga hilir.

“Yang terlihat di masyarakat biasanya adalah tumpukan sampah. Namun di balik itu ada proses teknis yang berjalan setiap hari, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan akhir. Ini penting dipahami agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa DLH memiliki tanggung jawab dalam pengangkutan sampah dari TPS menuju tempat pemrosesan akhir, pengelolaan armada dan petugas kebersihan, serta penanganan titik-titik rawan penumpukan. Namun, volume sampah yang terus meningkat, ditambah perilaku buang sampah di luar jam dan tanpa pemilahan, kerap menjadi kendala di lapangan.

Baca Juga:  Menteri KKP Pastikan Tiga Pegawai KKP Berada di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Sulsel

Menurut Agus, viralnya persoalan sampah justru dapat menjadi sarana edukasi bersama. Masyarakat diharapkan memahami bahwa sampah rumah tangga yang tidak dipilah, dibuang sembarangan, atau melebihi kapasitas TPS akan berdampak langsung pada keterlambatan pengangkutan.

“DLH bekerja berdasarkan jadwal dan kapasitas armada. Ketika masyarakat ikut tertib membuang sampah sesuai aturan, pekerjaan petugas di lapangan menjadi jauh lebih efektif,” tambahnya.

Ia juga mendorong DLH untuk terus menyampaikan informasi terbuka kepada publik mengenai pola kerja, kendala teknis, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dilakukan terhadap lokasi-lokasi yang ramai diperbincangkan. Transparansi dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan kerja sama dengan masyarakat.

Dengan pemahaman yang seimbang antara tugas pemerintah dan peran warga, diharapkan persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan tidak hanya berhenti pada polemik viral, tetapi menjadi momentum perbaikan sistem dan perubahan perilaku demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat. *

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AWII Desak Kejaksaan Bergerak: Permohonan Penyelidikan Sudah Diterima, Mengapa Belum Ada Kepastian?
TNI AD Alihkan Tiga Yonif ke Kostrad, Perkuat Kesiapan Operasional Pasukan
Pemkot Jakpus Genjot Pengentasan Kemiskinan di Johar Baru, OPD Diminta Percepat Realisasi Program 2026
Ribuan Warga Sambut Buya Yahya di Baubau, GPNI Dukung Kelancaran Rangkaian Dakwah
KPKB Soroti Temuan BPK soal Potensi Pajak Reklame Rp1,33 Miliar, Pemkab Bogor Didorong Optimalkan PAD
Ketum KJNI Serukan Pengibaran Merah Putih Selama Agustus, Ingatkan Makna Pengorbanan Para Pahlawan
114 Purnawirawan, PNS Purna Tugas, dan Warakawuri Kodam IX/Udayana Ajukan Permohonan Kebijakan kepada Presiden Prabowo
Kapolri Rotasi 146 Perwira Polri, Ini Daftar Jabatan Strategis dan 14 Kapolres yang Berganti
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:51 WIB

AWII Desak Kejaksaan Bergerak: Permohonan Penyelidikan Sudah Diterima, Mengapa Belum Ada Kepastian?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:13 WIB

TNI AD Alihkan Tiga Yonif ke Kostrad, Perkuat Kesiapan Operasional Pasukan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Ribuan Warga Sambut Buya Yahya di Baubau, GPNI Dukung Kelancaran Rangkaian Dakwah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 01:26 WIB

KPKB Soroti Temuan BPK soal Potensi Pajak Reklame Rp1,33 Miliar, Pemkab Bogor Didorong Optimalkan PAD

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Ketum KJNI Serukan Pengibaran Merah Putih Selama Agustus, Ingatkan Makna Pengorbanan Para Pahlawan

Berita Terbaru