Pengelolaan Sampah Berbasis Warga di Grogol Utara Berbuah Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, FaktaMerah.com – Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RT 09/RW 07, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan tersebut juga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi yang memberikan tambahan pemasukan bagi warga.

Lurah Grogol Utara, Syopwani, mengatakan program tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Menurutnya, masyarakat didorong untuk mengelola sampah sejak dari rumah agar memiliki nilai manfaat bagi lingkungan maupun ekonomi.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sangat baik. Pengelolaan sampah di wilayah ini berjalan dengan optimal berkat partisipasi aktif warga,” ujar Syopwani, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, warga melakukan pemilahan sampah ke dalam tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik seperti daun dan sisa tanaman dicacah menggunakan mesin pencacah sebelum dimasukkan ke dalam lubang biopori maupun komposter untuk diolah menjadi pupuk cair organik.

Baca Juga:  SMK Bina Insani Pinang Gebrak Awal Tahun Ajaran dengan Semangat "Bersama Tumbuh, Bersama Berprestasi"

Hasil pengolahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di area budidaya yang dikelola warga. Sementara sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang atau dijual melalui bank sampah sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Menurut Syopwani, program yang telah berjalan selama beberapa bulan itu mulai menunjukkan dampak nyata. Selain volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir berkurang, warga juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil penjualan sampah anorganik dan produk olahan yang dihasilkan.

Pemerintah Kelurahan Grogol Utara berharap pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di DKI Jakarta dalam mendukung pengurangan sampah dari sumber sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

(Ade Chandra)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian, Generasi Merdeka Bagikan Masker di Cilegon
DLH Lebak Temukan Indikasi Pencemaran Sungai Cilangkahan, Aliansi Tuntut Sanksi
Dugaan Tambang Ilegal di Kepuh Ciwandan Disorot, Ketum GWI Desak Polda Banten Bertindak
Isu Lahan Sawah Tercemar B3 di Nambo Udik Dibantah Warga, Ini Klarifikasinya
Proyek Turap Taman Cikande Disorot APB, Papan Informasi dan Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
TNI Peduli Sampah, Kodim 0603/Lebak dan Warga Bersihkan Pantai Bagedur
Semarak Karnaval Randublatung, KPH Perhutani Kampanyekan Hutan Lestari
1.174 Personel Gabungan TNI-Polri dan Pemprov DKI Bersihkan Kanal Banjir Barat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 10:00 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian, Generasi Merdeka Bagikan Masker di Cilegon

Kamis, 10 September 2026 - 11:31 WIB

DLH Lebak Temukan Indikasi Pencemaran Sungai Cilangkahan, Aliansi Tuntut Sanksi

Rabu, 2 September 2026 - 06:58 WIB

Dugaan Tambang Ilegal di Kepuh Ciwandan Disorot, Ketum GWI Desak Polda Banten Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 00:06 WIB

Isu Lahan Sawah Tercemar B3 di Nambo Udik Dibantah Warga, Ini Klarifikasinya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Proyek Turap Taman Cikande Disorot APB, Papan Informasi dan Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Berita Terbaru