TARAKAN, FaktaMerah.com – Sebanyak 600 peserta mengikuti Perkemahan Pramuka Madrasah Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal-Irsyad Babussalam, Tarakan. Kegiatan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di tingkat Provinsi Kaltara ini menjadi wadah untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan persaudaraan antarpelajar madrasah.

Perkemahan tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., pada Jumat (23/10/2026) malam. Kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (25/10/2026) dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peserta berasal dari lima kabupaten/kota di Kaltara. Mereka terdiri atas siswa madrasah, tenaga pendidik, serta unsur pendidikan lainnya yang mengikuti kegiatan kepramukaan tersebut.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., turut menghadiri pembukaan kegiatan. Ia hadir mewakili Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., yang berhalangan hadir karena memimpin kegiatan perkemahan Pramuka di Kabupaten Nunukan.
Dalam sambutannya, Zainal menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan beraktivitas di alam terbuka, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membentuk karakter generasi muda.
Menurut dia, nilai-nilai kepramukaan dapat membantu peserta mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Zainal turut mengingatkan para peserta agar menjadikan keberagaman suku dan daerah sebagai sarana memperluas wawasan serta mempererat persaudaraan.
“Jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai pemicu perpecahan. Kita harus senantiasa mengedepankan sikap saling menghargai, merawat persaudaraan, dan berdiri teguh mempertahankan persatuan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap perkemahan tersebut dapat memperkuat semangat kebersamaan di kalangan pelajar madrasah sekaligus menanamkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, Zainal menyoroti peran santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ia berharap generasi muda dari lingkungan madrasah tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang baik, tetapi juga berkarakter, peduli terhadap lingkungan sosial, dan memiliki semangat kebangsaan.
“Para generasi muda berbasis madrasah diharapkan tidak cuma unggul dalam pemahaman ilmu agama, melainkan juga berkarakter tangguh, berjiwa sosial tinggi, serta memiliki nasionalisme yang membara,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Zainal menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026. Ia juga mendorong para peserta untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Perkemahan Pramuka Madrasah Kaltara 2026 diharapkan menjadi awal pengembangan kegiatan kepramukaan di lingkungan madrasah di provinsi tersebut. Selain melatih keterampilan dan kemandirian, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membangun hubungan dan persahabatan lintas daerah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Zainal juga menyapa peserta dan meninjau tenda-tenda perkemahan.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltara H. Muhamad Saleh, S.Ag., M.Pd.I.; Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara H. Muh. Rosyit, S.IP., M.M.; serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Tarakan H. Agus Sutanto, S.Sos., M.AP.
(Levi)
![]()






