Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH, MH Minta Presiden RI Perintahkan Jajaran Atasi Anak Putus Sekolah Akibat Lesunya Ekonomi

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 04:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, faktamerah.com — Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH, MH, Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional, meminta Presiden Republik Indonesia memerintahkan jajarannya untuk mengambil langkah serius dalam mengatasi meningkatnya angka anak putus sekolah yang dipicu oleh melemahnya kondisi perekonomian masyarakat.

Menurutnya, sejumlah daerah sebenarnya telah menunjukkan inisiatif positif melalui program tebus ijazah bagi siswa yang memiliki kendala administrasi keuangan. Program tersebut, kata Sutan, sangat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

“Alhamdulillah, di beberapa daerah baik kota maupun kabupaten, pemerintah telah menyediakan anggaran untuk menebus ijazah siswa-siswi yang bermasalah dengan administrasi keuangan. Ini sangat membantu masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang semakin berat,” ujarnya saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan online di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, 30/11/2025.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak Putus Sekolah Karena Ekonomi Lesu

Sutan menjelaskan, laporan dari masyarakat tentang meningkatnya anak putus sekolah semakin sering diterimanya. Penyebab utamanya adalah pendapatan orang tua yang menurun tajam dan kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Lesunya ekonomi juga membuat banyak keluarga terpaksa berutang untuk bertahan hidup. Ia memperkirakan sekitar 40 persen rumah tangga di Indonesia memiliki beban utang, sebuah angka yang mengkhawatirkan karena berpotensi merusak ketahanan keluarga.

“Bahkan banyak rumah tangga yang akhirnya berujung perceraian karena tidak mampu menanggung beban hidup. Dalam kondisi seperti ini, hak anak untuk mendapatkan pendidikan tersingkirkan,” ujarnya.

Kenaikan Biaya Hidup dan Kegagalan Tata Kelola Ekonomi Daerah

Baca Juga:  Pimpinan Redaksi Faktamerah, Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi ke-78 Reserse Polri

Fenomena naiknya biaya hidup dan sulitnya lapangan kerja, menurut Sutan, juga merupakan cerminan gagalnya sejumlah kepala daerah memahami kondisi ekonomi masyarakat.

“Kegagalan pemerintahan sepuluh tahun yang lalu telah menggerus tatanan usaha kecil masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, banyak anak akhirnya memilih tidak sekolah karena harus ikut berjuang mencari nafkah. “Ada anak-anak yang berburu recehan di jalan demi sepiring nasi dengan tempe dan kerupuk. Mereka ingin membantu adik-adiknya agar bisa makan,” ungkapnya.

Kepala Daerah Diminta Tidak Sibuk dengan Seremonial

Sutan menegaskan, kepala daerah jangan hanya sibuk dengan pidato seremonial tanpa melihat kondisi nyata di masyarakat.

“Seluruh mata rakyat menilai apakah mereka mampu bekerja atau tidak. Jurang kebodohan akibat anak putus sekolah jangan dijadikan proyek. Para pejabat dibiayai oleh keringat rakyat,” tegasnya.

Peran Penting Presiden RI

Ia juga menekankan pentingnya peran Presiden dalam memperkuat ekonomi masyarakat luas, agar harapan publik kembali pulih.

“Dorongan Presiden menjadi formula ampuh bahwa masih ada harapan di tangan para pemimpin di bawah kendali Presiden,” jelasnya.

Apabila Kepala Daerah Tidak Mampu

Sutan menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa masalah jutaan anak putus sekolah tidak boleh dipandang sepele.

“Jika para kepala daerah tidak mampu bekerja dengan baik, untuk apa mereka dipertahankan?” tandasnya.

Narasumber:
Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH, MH
Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Staf Khusus Presiden Bertemu Ketua Umum FRIC, Bahas Peran Jurnalis di Era Digital
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Rabu, 30 September 2026 - 11:41 WIB

Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB