Warga Tolak Uang Ganti Rugi Proyek Jalan Tol, Gelar Aksi di PN Jakarta Pusat dan Kantor BPN

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | FAKTAMERAH.COM — Sejumlah warga menggelar aksi unjuk rasa di ruas PN Jakarta Pusat dan Kantor BPN, Jakarta Pusat, sebagai bentuk penolakan terhadap skema uang ganti rugi (UGR) proyek pembangunan jalan tol yang dinilai tidak adil dan merugikan masyarakat terdampak.
Berdasarkan pantauan awak media, massa aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan penolakan terhadap nilai ganti rugi lahan. Salah satu spanduk bertuliskan, “Kami Warga Duri Pulo Tidak Menolak Pembangunan, Kami Hanya Menolak Ganti Rugi yang Tidak Adil.”
Aksi berlangsung secara terbuka di badan jalan dengan pengawalan aparat keamanan. Massa menyuarakan keberatan atas penetapan nilai appraisal lahan yang dianggap tidak sebanding dengan nilai pasar serta tidak mencerminkan dampak sosial-ekonomi yang akan mereka alami pasca-penggusuran.
Dalam orasinya, perwakilan warga menegaskan bahwa mereka tidak anti pembangunan. Namun, proyek strategis nasional seharusnya tidak dijalankan dengan mengorbankan hak-hak dasar warga, terutama tempat tinggal dan sumber penghidupan.
“Pembangunan tidak boleh memiskinkan rakyat. Negara wajib hadir melindungi warganya,” tertera dalam salah satu poster yang dibawa peserta aksi.
Warga juga mempertanyakan proses penilaian harga lahan yang dinilai tidak transparan serta minim pelibatan masyarakat terdampak. Mereka menilai mekanisme musyawarah belum sepenuhnya berjalan, sementara keputusan nilai ganti rugi terkesan sepihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait proyek jalan tol tersebut mengenai tuntutan warga. Aparat keamanan terlihat menjaga jalannya aksi agar tetap kondusif dan tidak mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.
Warga menyatakan akan terus menempuh jalur konstitusional, termasuk gugatan hukum, apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons yang adil dari pemerintah dan penyelenggara proyek.

Baca Juga:  Negara Diminta Hadir, Warga Duri Pulo Protes Harga Ganti Rugi Tol yang Dinilai Merampas Hak

(Awaludin)

Loading

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Dua Hari, 6 Simpatisan dan Anggota OPM Nyatakan Setia kepada NKRI
Kapolri di Sukabumi Dorong 5.000 Peserta Pramuka PUI Siapkan Diri Jadi Pemimpin
Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bakal Dirombak, FRIC Lebak: Harus Tepat Sasaran
Polri Imbau Orang Tua Awasi Anak, Hindari Lokasi Aksi yang Berpotensi Ricuh
DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM
Dapur MBG di Lebak Diduga Tak Sesuai SOP, FRIC Desak Korwil BGN Segera Evaluasi
Ketua Presidium FPII Kasihhati Hadiri Pelantikan 36 Pejabat Pemasyarakatan Sumsel
95 Persen Masih Impor, Wakapolri Dorong Produksi Bawang Putih Nasional
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:26 WIB

Dalam Dua Hari, 6 Simpatisan dan Anggota OPM Nyatakan Setia kepada NKRI

Kamis, 3 September 2026 - 13:19 WIB

Kapolri di Sukabumi Dorong 5.000 Peserta Pramuka PUI Siapkan Diri Jadi Pemimpin

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bakal Dirombak, FRIC Lebak: Harus Tepat Sasaran

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Polri Imbau Orang Tua Awasi Anak, Hindari Lokasi Aksi yang Berpotensi Ricuh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:38 WIB

DPC Demokrat Kota Tangerang Gelar Perayaan HUT-RI ke-81 dengan Lomba dan Bazaar UMKM

Berita Terbaru