SIDOARJO, JAWA TIMUR, FaktaMerah.com -Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah.
Hingga Kamis (3/9/2026) pagi, tercatat 668 orang menjalani penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan yang berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 586 pasien telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, 80 pasien masih menjalani perawatan, sedangkan dua orang lainnya masih dalam tahap observasi.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, para pasien tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Penanganan dilakukan di rumah sakit, puskesmas, hingga fasilitas kesehatan lainnya.
RSUD Notopuro Tangani Pasien Terbanyak
Dari data yang dihimpun hingga Kamis sekitar pukul 09.30 WIB, RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan jumlah pasien terbanyak.
Sebanyak 383 pasien tercatat mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.
” Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo. Paling banyak ada di RSUD Notopuro Sidoarjo,” ujar Subandi, sebagaimana diberitakan media sebelumnya.
Besarnya jumlah warga yang harus mendapatkan perawatan membuat perhatian terhadap kasus tersebut meningkat.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap pasien serta menelusuri dugaan penyebab gangguan kesehatan yang dialami warga.
Penyebab Masih Perlu Dipastikan
Meski peristiwa tersebut dikaitkan dengan konsumsi menu MBG, penyebab pasti gangguan kesehatan para pasien perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi oleh pihak berwenang.
Karena itu, istilah dugaan keracunan digunakan sampai terdapat hasil pemeriksaan yang dapat memastikan sumber maupun penyebab kejadian.
Penanganan terhadap pasien juga masih berlangsung di sejumlah fasilitas kesehatan. Kondisi para pasien menjadi perhatian utama sembari proses penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi dilakukan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek pengolahan, distribusi, penyimpanan, hingga keamanan pangan sebelum makanan dikonsumsi penerima manfaat.
Catatan redaksi: Informasi jumlah pasien dan lokasi perawatan dalam artikel ini merujuk pada data yang diberitakan pada Kamis (3/9/2026) dan dapat berubah seiring pembaruan dari pemerintah daerah maupun fasilitas kesehatan.
(Red)
![]()







