Kaot Coffee Diprotes LSM, Pemkot Depok Diminta Tegas Tegakkan Aturan

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK | FAKTAMERAH.COM – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Depok menggelar aksi demonstrasi dengan mempersoalkan tetap beroperasinya Kaot Coffee, meskipun tempat usaha tersebut telah disegel oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sejak 29 Desember 2025.
Aksi protes tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar Pemkot Depok bersikap tegas terhadap dugaan pelanggaran aturan perizinan yang dilakukan oleh pihak pengelola Kaot Coffee.
LSM mempersoalkan Kaot Coffee yang tetap beroperasi meski telah disegel oleh Pemkot Depok.
Aksi dilakukan oleh sejumlah LSM di Kota Depok. Sementara Kaot Coffee diketahui dimiliki oleh seorang investor yang disebut berasal dari Lampung.
Segel dipasang pada 29 Desember 2025, namun Kaot Coffee disebut masih beroperasi hingga Ahad, 11 Januari 2026.
Peristiwa terjadi di Kota Depok. Selain itu, Kaot Coffee di Kota Palembang juga dilaporkan pernah disegel oleh Pemkot Palembang.
Para pendemo menilai pencabutan plang segel oleh pihak pengelola merupakan tindakan yang tidak menghormati kewibawaan pemerintah daerah dan diduga telah masuk ke ranah pidana. Mereka juga mempertanyakan keberanian pengelola yang tetap beroperasi meski sudah disegel.
Berdasarkan keterangan para pendemo, plang segel sempat dicabut oleh pemilik usaha, kemudian dipasang kembali. Namun, segel tersebut ditutup menggunakan kain, sementara aktivitas usaha Kaot Coffee tetap berjalan.
Dalam orasinya, para pendemo juga menyampaikan dugaan adanya dukungan atau backing dari oknum pejabat di Kota Depok, meski hal tersebut masih bersifat dugaan dan belum dibuktikan secara hukum.
Tak hanya di Depok, para pendemo mengungkapkan bahwa Kaot Coffee di Kota Palembang juga pernah disegel oleh Pemkot setempat karena diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kepatuhan pengelola usaha terhadap regulasi di berbagai daerah.

Baca Juga:  Sidang Dugaan Investasi Rp5 Miliar, Kuasa Hukum PT OSO Sekuritas Tegaskan Salim, Ranto, dan Agustin Bukan Marketing Resmi

(Fadli/Empe)

Loading

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru