Menkeu Purbaya Gerebek Dua Pabrik di Tangerang Kemplang PPN Rp500 Miliar

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, FaktaMerah.com – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa gerebek dua pabrik di Kawasan Millenium, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Dua pabrik itu terindikasi mengemplang pajak pertambahan nilai (PPN) sekitar Rp500 miliar.

Kedua pabrik peleburan baja itu berinisial PT PSI dan PT PSM. “Jadi ini salah satu tindakan yang memberikan sinyal ke para pemain (perusahaan) itu,” sebut Purbaya di lokasi, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan dari kedua pabrik di atas terjadi potensi kerugian negara sekitar Rp500 miliar. Kementerian keuangan telah mengintip ada sedikitnya 40 perusahaan skala besar kemplang pajak.

Makanya, tegas Purbaya, pemerintah sekarang bertindak tegas. Tujuan utamanya agar pemasukan negara dari PPN bisa maksimal untuk membiayai program pembangunan.

“Jadi cukup besar apa lagi dari puluhan perusahaan yang sama kasusnya,” tegasnya.

Purbaya mengakui banyak pengusaha besar merasa pejabat di Indonesia mudah diajak kongkalikong. Kepastian tersebut diketahui dari pengakuan pengusaha yang sudah kepergok mengemplang PPN.

Ia mengklaim di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, kementerian keuangan harus bertindak tegas terhadap para pengusaha nakal. “Sekarang saya buktikan kita tidak bisa disogok,” klaimnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangunan di Jalan KH Hasyim Ashari Karang Tengah Disorot, Status Perizinan Dipertanyakan
Dorong Ekonomi Desa, BUMDes Raharja Mekarjaya Kembangkan Budidaya Nila dan Kebun Pisang
Anggaran Infrastruktur Rp2,01 Triliun Papua Barat-Papua Barat Daya Disorot, Dugaan Pekerjaan Fiktif Diminta Diusut
Kasus Tempuran Magelang Masuk Tahap II, Kuasa Hukum Enam Tersangka Minta Dugaan Provokasi Diusut
Tarik Motor Pukul 00.41 WIB, Bolehkah? KTA Mitra Adira Finance Jadi Sorotan
Polda Banten Imbau Massa Aksi Sampaikan Aspirasi Secara Damai, Hindari Provokasi
99 Persen Pendapatan Masih dari Kayu, Kadivre Jateng Dorong KPH Randublatung Cari Terobosan
GERTAK Laporkan KH Musta’in Syafi’i ke Bareskrim, Persoalkan Materi Ceramah dan Video
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:00 WIB

Bangunan di Jalan KH Hasyim Ashari Karang Tengah Disorot, Status Perizinan Dipertanyakan

Senin, 7 September 2026 - 14:09 WIB

Dorong Ekonomi Desa, BUMDes Raharja Mekarjaya Kembangkan Budidaya Nila dan Kebun Pisang

Jumat, 4 September 2026 - 07:44 WIB

Anggaran Infrastruktur Rp2,01 Triliun Papua Barat-Papua Barat Daya Disorot, Dugaan Pekerjaan Fiktif Diminta Diusut

Jumat, 4 September 2026 - 07:15 WIB

Kasus Tempuran Magelang Masuk Tahap II, Kuasa Hukum Enam Tersangka Minta Dugaan Provokasi Diusut

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Tarik Motor Pukul 00.41 WIB, Bolehkah? KTA Mitra Adira Finance Jadi Sorotan

Berita Terbaru