Trotoar Glodok ‘Dikuasai’ PKL dan Parkir Liar, Pejalan Kaki Dipaksa Adu Nyali di Badan Jalan

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Wajah kawasan Glodok, Jakarta Barat, kembali menuai sorotan. Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki kini berubah fungsi menjadi lapak pedagang kaki lima (PKL) dan kantong parkir liar sepeda motor. Akibatnya, warga terpaksa turun ke badan jalan dan berjibaku dengan arus kendaraan yang padat.

Pantauan di lokasi, lapak-lapak pedagang berdiri memakan hampir seluruh badan trotoar. Di sisi lain, deretan sepeda motor terparkir tanpa aturan, mempersempit ruang gerak masyarakat yang hendak melintas. Kondisi ini semakin parah ketika kawasan ramai pengunjung, terutama menjelang perayaan Imlek.

Hendra (56), salah satu warga yang ditemui pada Senin (16/2/2026), mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menilai trotoar di Glodok kini tak lagi ramah bagi pejalan kaki.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terus terang memang sudah tidak nyaman buat pejalan kaki. Trotoarnya banyak dipakai pedagang dan motor parkir. Jadi orang jalan harus turun ke badan jalan,” ujar Hendra.

Baca Juga:  Wakapolda Jabar Tinjau Pos Terpadu GTC Limbangan Garut, Pastikan Kesiapan Ops Ketupat Lodaya 2026

Menurutnya, ia biasanya datang ke Glodok saat momen tertentu, seperti menjelang Imlek untuk membeli perlengkapan dan makanan khas. Namun setiap kali berkunjung, ia selalu dihadapkan pada persoalan yang sama: trotoar yang ‘hilang’ fungsinya.

Situasi ini bukan hanya soal ketidaknyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan. Pejalan kaki, termasuk lansia dan anak-anak, harus berjalan di antara kendaraan yang melintas. Risiko terserempet atau tertabrak pun mengintai setiap saat.

Warga mendesak Pemerintah Kota Jakarta Barat dan instansi terkait untuk segera melakukan penertiban dan penataan ulang. Trotoar, tegas mereka, bukan ruang kompromi, melainkan hak dasar pejalan kaki yang wajib dilindungi.

Jika dibiarkan, Glodok yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan legendaris di Ibu Kota justru tercoreng oleh semrawutnya penataan. Warga berharap ada langkah tegas agar kawasan tersebut kembali tertib, aman, dan nyaman bagi semua.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Banten Pastikan Helm, Jeriken dan Life Jacket Temuan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Terpisah dari Rombongan Usai Nonton Persib vs Persija, Remaja Berkebutuhan Khusus Ditemukan di Pesing
Lima Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda, Tim SAR 425 Personel Terus Melakukan Pencarian
Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1
Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik
Perhutani Blora Raya dan Polres Blora Perkuat Sinergi Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla
668 Warga Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 06:45 WIB

Polda Banten Pastikan Helm, Jeriken dan Life Jacket Temuan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 September 2026 - 03:28 WIB

Terpisah dari Rombongan Usai Nonton Persib vs Persija, Remaja Berkebutuhan Khusus Ditemukan di Pesing

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1

Rabu, 9 September 2026 - 06:05 WIB

Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan

Minggu, 6 September 2026 - 08:43 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik

Berita Terbaru