Suwardi Thahir Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel Periode 2026-2031, Dahlan Abubakar Pimpin Dewan Kehormatan

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 04:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, FAKTAMERAH.COM – Era baru roda organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan resmi bergulir. Lewat keputusan bulat dalam Konferensi PWI Sulsel yang digelar di Ballroom Graha Pena, Makassar, Selasa (2/6/2026), duet maut Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom dan Dr. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum resmi terpilih secara aklamasi untuk memimpin PWI Sulsel masa bakti 2026-2031.

Dalam nakhoda baru ini, Suwardi Thahir didapuk sebagai Ketua PWI Sulsel, didampingi Dahlan Abubakar yang memegang posisi krusial sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK). Keputusan ini ketuk palu setelah rival mereka, Amrullah Basri, memilih mundur dari arena kontestasi, sehingga forum sepakat melenggangkan kedua tokoh tersebut tanpa perlu melewati proses voting yang alot.

Suasana pemilihan pun berjalan sangat sejuk, demokratis, dan kental dengan nuansa kekeluargaan. Kemenangan mutlak lewat jalur aklamasi ini menjadi bukti sahih betapa solidnya dukungan dan besarnya porsi kepercayaan para anggota terhadap rekam jejak keduanya dalam memajukan dunia jurnalistik di Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama Suwardi Thahir sendiri sudah sangat mengakar di kancah pers jazirah selatan Sulawesi. Menatap rekam jejaknya, ia adalah petarung lama di industri media yang konsisten mengawal peningkatan mutu jurnalis, salah satunya lewat perannya sebagai penguji senior di ajang Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Setali tiga uang, Dahlan Abubakar juga bukan sosok sembarangan dengan deretan portofolio mentereng. Tokoh Pers nasional besutan Dewan Pers ini pernah mengabdi sebagai Sekretaris PWI Sulsel periode 1988-1993, mantan Pemimpin Redaksi Harian Pedoman Rakyat (2003-2005), serta seorang penulis produktif yang telah melahirkan lebih dari 50 judul buku.

Sesaat setelah resmi ditetapkan, Suwardi langsung melayangkan visi besarnya untuk mendobrak sekat-sekat di tubuh organisasi dan membawa PWI Sulsel ke arah yang lebih terbuka. “Niatan saya menakhodai PWI Sulsel ini dipantik oleh kerinduan untuk melihat organisasi ini tumbuh secara inklusif, bukan kelompok yang eksklusif,” tegas Suwardi penuh optimisme.

Baca Juga:  PWI Jaya Tegaskan Standar Etik dan Profesionalisme Lewat OKK dan SJI

Ia menggarisbawahi bahwa organisasi profesi wartawan harus menjelma sebagai rumah bernaung yang ramah bagi seluruh anggotanya, tanpa memandang bendera media ataupun faksi-faksi tertentu.

Estafet kepemimpinan di tangan Suwardi Thahir ini sontak mengembuskan angin segar bagi organisasi pers tertua di tanah air ini. Apalagi, industri media saat ini tengah diguncang badai disrupsi digital, maraknya hoaks, hingga urgensi peningkatan kapasitas para kuli tinta yang makin mendesak.

Tugas berat pun menanti di pundak Suwardi selama lima tahun ke depan, di mana ia dituntut mampu merekatkan soliditas internal, mendongkrak kualitas SDM, serta membentengi independensi dan profesionalisme pers di Sulsel.

Tak hanya itu, PWI Sulsel di bawah komandonya diharapkan bisa lebih getol menelurkan program edukasi, pelatihan berkala, serta sertifikasi UKW demi mencetak jurnalis yang berintegritas dan siap bertarung di era media modern.

Tak pelak, Konferensi PWI Sulsel tahun ini menjadi titik balik krusial untuk menentukan arah kompas organisasi. Di tengah gempuran informasi digital dan ancaman berita bohong yang kian masif, peran organisasi pers yang kokoh menjadi harga mati demi menjaga marwah, etika, dan kredibilitas jurnalisme.

Berbekal mandat penuh dari seluruh anggota, Suwardi Thahir kini mengemban misi besar untuk mentransformasi PWI Sulsel menjadi lembaga yang solid, tangguh, adaptif, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah lewat produk jurnalistik yang sehat, berimbang, dan mencerahkan.

Aklamasi ini bukan sekadar kemenangan di atas kertas, melainkan representasi dari asa yang digantungkan oleh seluruh insan pers Sulawesi Selatan di pundak Suwardi Thahir, agar media mampu terus berdiri tegak sebagai pilar demokrasi yang independen, profesional, dan terpercaya. (*)

Loading

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMJ Segera Diresmikan di Jayanti, Dorong Jurnalisme Berintegritas dan Wadah Aspirasi Masyarakat
Soroti Dominasi Paket Proyek PT AJK di Dinas Perkim Tangsel, AWII Minta Kajari Baru Lebih Tegas
AWII Desak Kejaksaan Bergerak: Permohonan Penyelidikan Sudah Diterima, Mengapa Belum Ada Kepastian?
Wawali Jakarta Utara Ajak FWJ Indonesia Perkuat Peran Pers sebagai Mitra Strategis Pemerintah
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya, Permintaan Maaf Dinilai Belum Hentikan Proses Hukum
Pernyataan Soal UKW Tuai Perdebatan, Ahli Tegaskan Sertifikat Bukan Syarat Legal Menjadi Wartawan
Eric Vr: Wartawan yang Disayang Masyarakat Adalah Mereka yang Berani Menyuarakan Keadilan Sesuai UU Pers
Cendrawasihpost.id Umumkan Tiga Kartu Pers Berstatus Tidak Berlaku
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:41 WIB

GMJ Segera Diresmikan di Jayanti, Dorong Jurnalisme Berintegritas dan Wadah Aspirasi Masyarakat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Soroti Dominasi Paket Proyek PT AJK di Dinas Perkim Tangsel, AWII Minta Kajari Baru Lebih Tegas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:51 WIB

AWII Desak Kejaksaan Bergerak: Permohonan Penyelidikan Sudah Diterima, Mengapa Belum Ada Kepastian?

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:59 WIB

Wawali Jakarta Utara Ajak FWJ Indonesia Perkuat Peran Pers sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:57 WIB

PWI Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya, Permintaan Maaf Dinilai Belum Hentikan Proses Hukum

Berita Terbaru