Diduga Hindari CCTV Sebelum Tewas, Terapis Delta Spa Pasar Minggu Berusaha Kabur dari Mess

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAR MINGGU, 12 Oktober 2025 — Misteri kematian terapis wanita berinisial RTA (14) yang ditemukan tewas di lahan kosong wilayah Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, perlahan mulai terungkap. Polisi menduga korban sempat berupaya menghindari kamera CCTV saat hendak meninggalkan mess tempatnya bekerja di Delta Spa.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengungkapkan bahwa rekaman CCTV memperlihatkan korban sempat mondar-mandir sendirian di sekitar kamar mandi sebelum akhirnya menghilang dari pantauan.

“Dia (korban) berusaha menghindari CCTV,” ujar Ardian, Minggu (12/10/2025).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelum kejadian, dia sempat bolak-balik kamar mandi sendirian dan beberapa kali melihat ke arah CCTV. Ini menunjukkan ada upaya dari korban untuk tidak terekam kamera,” tambahnya.

Menurut Ardian, dugaan sementara korban memang berinisiatif meninggalkan mess tanpa sepengetahuan pihak lain. Namun, polisi belum menyimpulkan motif pasti di balik peristiwa tragis tersebut.

“Ini masih dugaan awal. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, jasad RTA ditemukan pada Kamis (2/10/2025) di lahan kosong milik perusahaan mebel yang terletak di samping gedung TIKI Pejaten, Pasar Minggu. Lokasi tersebut hanya berjarak beberapa ratus meter dari tempat kerja korban.

Baca Juga:  Praktik Haram di Balik Etalase Kosmetik: Toko di Tambora Diduga Jual Obat Keras Golongan G

Informasi yang beredar menyebutkan, korban sempat mendapat tekanan dari pihak tempat kerja karena ingin berhenti dari pekerjaannya di Delta Spa. RTA disebut diminta membayar denda sebesar Rp50 juta jika ingin keluar dari tempat kerja tersebut.

Diduga, korban mencoba kabur karena tidak sanggup memenuhi permintaan denda itu. Upaya pelariannya berakhir tragis dengan ditemukannya korban dalam kondisi tidak bernyawa di area terbuka tak jauh dari mess spa.

Polisi saat ini masih mengumpulkan bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Kami terus mendalami kasus ini. Semua kemungkinan masih terbuka,” pungkas Ardian.

( Ridwan )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE
Cegah Radikalisme dan Intoleransi, Wakapolda Banten Tekankan Penguatan Mental dan Integritas Personel
Respons Cepat Polsek Tambora, Dua Korban Insiden KDRT di Pekojan Dievakuasi ke Rumah Sakit
Polda Banten Terima Pengaduan Jurnalis KS Terkait Dugaan Kekerasan Saat Pembubaran Aksi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Berita Terbaru