PASAR MINGGU, 12 Oktober 2025 — Misteri kematian terapis wanita berinisial RTA (14) yang ditemukan tewas di lahan kosong wilayah Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, perlahan mulai terungkap. Polisi menduga korban sempat berupaya menghindari kamera CCTV saat hendak meninggalkan mess tempatnya bekerja di Delta Spa.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengungkapkan bahwa rekaman CCTV memperlihatkan korban sempat mondar-mandir sendirian di sekitar kamar mandi sebelum akhirnya menghilang dari pantauan.
“Dia (korban) berusaha menghindari CCTV,” ujar Ardian, Minggu (12/10/2025).
ADVERTISEMENT
google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebelum kejadian, dia sempat bolak-balik kamar mandi sendirian dan beberapa kali melihat ke arah CCTV. Ini menunjukkan ada upaya dari korban untuk tidak terekam kamera,” tambahnya.
Menurut Ardian, dugaan sementara korban memang berinisiatif meninggalkan mess tanpa sepengetahuan pihak lain. Namun, polisi belum menyimpulkan motif pasti di balik peristiwa tragis tersebut.
“Ini masih dugaan awal. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, jasad RTA ditemukan pada Kamis (2/10/2025) di lahan kosong milik perusahaan mebel yang terletak di samping gedung TIKI Pejaten, Pasar Minggu. Lokasi tersebut hanya berjarak beberapa ratus meter dari tempat kerja korban.
Informasi yang beredar menyebutkan, korban sempat mendapat tekanan dari pihak tempat kerja karena ingin berhenti dari pekerjaannya di Delta Spa. RTA disebut diminta membayar denda sebesar Rp50 juta jika ingin keluar dari tempat kerja tersebut.
Diduga, korban mencoba kabur karena tidak sanggup memenuhi permintaan denda itu. Upaya pelariannya berakhir tragis dengan ditemukannya korban dalam kondisi tidak bernyawa di area terbuka tak jauh dari mess spa.
Polisi saat ini masih mengumpulkan bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kami terus mendalami kasus ini. Semua kemungkinan masih terbuka,” pungkas Ardian.
( Ridwan )






