Insiden Kalibata Jadi Alarm, Pemprov DKI dan Polisi Bersihkan Praktik Mata Elang

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta ( FAKTAMERAH.COM ) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik penagihan utang ilegal atau yang dikenal sebagai mata elang. Penegasan ini disampaikan menyusul insiden pengeroyokan yang berujung kematian serta perusakan fasilitas umum di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa praktik mata elang bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga telah berkembang menjadi bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat. Ia menegaskan Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Tidak ada ruang bagi praktik penagihan yang menggunakan kekerasan. Negara harus hadir dan aparat penegak hukum wajib bertindak tegas,” ujar Pramono dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden yang terjadi pada Kamis (11/12/2025) itu memicu kericuhan hebat di kawasan Kalibata. Sejumlah kios dilaporkan mengalami kerusakan dan terbakar. Aparat kepolisian pun melakukan penjagaan ketat guna mengantisipasi potensi konflik lanjutan di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Peredaran Obat Keras Daftar G di Wilayah Hukum Polres Tangerang Selatan Kembali Disorot

Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung langkah-langkah penegakan hukum, termasuk penertiban terhadap kelompok-kelompok yang selama ini beroperasi di ruang publik dengan dalih penagihan kendaraan bermotor.

Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut. Polisi menegaskan penindakan tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga akan menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau pihak yang mengoordinasikan aksi kekerasan tersebut.

Pengamat kebijakan publik menilai kasus ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk membersihkan praktik mata elang yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, namun dinilai minim penindakan tegas.

“Jika dibiarkan, praktik ini akan terus berkembang dan menggerus rasa aman warga. Penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih,” ujarnya.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda
Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Tim Tiger Polsek Tambora Amankan Pria yang Diduga Curi Dua Karung Bawang Putih
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:43 WIB

RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan

Berita Terbaru