JAKARTA, FAKTAMERAH.COM – Gelombang aksi kriminal jalanan yang terjadi secara beruntun di wilayah Jakarta Barat memicu keresahan di tengah masyarakat. Berbagai kasus kejahatan disertai kekerasan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat warga merasa tidak lagi aman saat beraktivitas, terutama pada malam hari.
Situasi tersebut bahkan memunculkan anggapan dari sebagian warga yang menyebut Jakarta Barat bak “Gotham City”, kota penuh kriminalitas dalam cerita film fiksi. Julukan itu mencerminkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi begal, perampasan, hingga tindak kekerasan di jalanan.
Salah satu warga yang mengaku terdampak langsung adalah Fadli (28), seorang pekerja swasta di kawasan SCBD, Jakarta Pusat. Ia tinggal di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, dan setiap hari harus melintasi Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, saat pulang kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Fadli, kondisi jalan yang relatif sepi pada malam hari membuat dirinya kerap dihantui rasa takut. Ia mengaku kini lebih waspada dan memilih tidak pulang terlalu larut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sekarang kalau pulang malam rasanya sudah tidak nyaman. Apalagi sering dengar ada kejadian begal dan kekerasan di jalan,” ujarnya.
Keresahan serupa juga dirasakan warga lainnya yang berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin di titik-titik rawan kriminalitas. Mereka meminta adanya langkah tegas untuk menekan angka kejahatan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan segera mengambil tindakan konkret agar situasi keamanan kembali kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.
![]()
Penulis : Awaludin







