KAB. TANGERANG, faktamerah.com – Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang mulai melakukan evaluasi komprehensif terhadap capaian program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang sepanjang tahun berjalan.
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan pihaknya telah menerima instruksi untuk menyusun evaluasi menyeluruh atas program-program prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Evaluasi tersebut difokuskan pada lima sektor utama: pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan hidup, ekonomi kerakyatan, serta tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kreatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada awal hingga pertengahan Desember, kami akan mengumpulkan data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan program-program prioritas ini,” jelas Erwin, Kamis (20/11/2025).
Erwin menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya melihat aspek penyerapan anggaran atau pembangunan fisik, melainkan juga efektivitas program dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh mandat RPJMD dijalankan secara optimal oleh masing-masing OPD.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan disampaikan langsung kepada Bupati sebagai bahan perbaikan sekaligus penguatan kualitas program yang masih berjalan.
“Kami tidak ingin ada program yang dampaknya tidak signifikan. Karena itu, evaluasi akan berbasis data, memetakan tren pelaksanaan program sepanjang satu tahun terakhir,” ujarnya.
Selain itu, prinsip transparansi dan akuntabilitas kembali ditekankan. Erwin memastikan setiap program yang dinilai belum memberikan dampak yang jelas akan menjadi catatan khusus untuk diperbaiki pada tahun mendatang.
“Kami akan bersikap transparan dan akuntabel. Jika ada program yang belum menunjukkan hasil signifikan, itu akan menjadi bagian dari pekerjaan kami untuk memperbaikinya,” tegasnya.
Fokus Evaluasi Tiap Sektor
- Kesehatan: Optimalisasi pembangunan infrastruktur layanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman dan memadai.
- Pendidikan: Penanganan isu noninfrastruktur seperti kurikulum, kualitas pengajaran, hingga fasilitas pendukung pendidikan.
- Infrastruktur: Penyediaan sarana yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk rumah layak huni dan fasilitas sanitasi.
- Ekonomi Kerakyatan: Penguatan UMKM melalui pelatihan, pemberdayaan, dan peningkatan kemampuan kewirausahaan.
Bappeda juga menyoroti pentingnya penggunaan data sebagai dasar perumusan kebijakan. Untuk itu, pemerintah daerah akan membangun pusat database digital di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tangerang guna mengonsolidasikan data dari lima sektor prioritas tersebut.
Sementara itu, terkait pemangkasan transfer pusat ke daerah sebesar Rp620 miliar, Erwin memastikan kondisi fiskal Kabupaten Tangerang tetap kuat. Meski melakukan efisiensi, pemerintah daerah tetap menjaga alokasi anggaran mandatori pada sektor-sektor utama.
“Alokasi wajib tetap kami pertahankan. Pendidikan 20 persen, kesehatan minimal 10 persen, dan infrastruktur 40 persen tetap menjadi prioritas,” tandasnya.
(Baihaki Khaizan Achmads)






