Ketua Presidium FPII Apresiasi Pembinaan WBP Lapas Sukamiskin Lewat Produksi Kapal Sukaboat

- Penulis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, FaktaMerah.com – Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Dra. Kasihhati, mengapresiasi program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, melalui kegiatan produksi kapal bermerek Sukaboat.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Kasihhati bersama Dewan Pakar FPII, Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H., melakukan kunjungan ke Workshop Kegiatan Kerja (Giatja) Bengkel Sukaboat Lapas Kelas I Sukamiskin, Kamis (29/10/2026).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan rombongan FPII diterima langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas I Sukamiskin, Zaki, yang mewakili Kepala Lapas, Dr. Tr. Nanank Syamsudin, A.Md.IP., S.Sos., M.H.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung aktivitas pembinaan keterampilan yang diberikan kepada para WBP melalui proses pembuatan berbagai jenis kapal.

Kasihhati menilai program tersebut merupakan langkah positif dalam memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar memiliki kemampuan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

“Ini merupakan program pembinaan yang patut diapresiasi. Warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Kasihhati.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan diharapkan dapat menjadi modal bagi para WBP untuk kembali beradaptasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Sukaboat Jadi Sarana Pembinaan Keterampilan

Dalam kesempatan tersebut, Zaki menjelaskan bahwa pengembangan Sukaboat melibatkan sejumlah pihak yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang ekonomi, transportasi, perkapalan, serta desain.

Untuk meningkatkan kemampuan teknis para warga binaan, pihak Lapas juga bekerja sama dengan vendor bahan kapal, khususnya dalam memberikan pembelajaran mengenai penggunaan material fiberglass.

Menurut Zaki, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek manajerial, tetapi juga memberikan pemahaman teknis agar kegiatan produksi dapat berjalan secara optimal.

Material yang digunakan dalam pengembangan Sukaboat meliputi fiberglass, aluminium, kayu, hingga High Density Polyethylene (HDPE). Namun, pelatihan produksi saat ini masih difokuskan pada pembuatan kapal berbahan fiberglass.

Enam Jenis Kapal yang Dikembangkan

Program Sukaboat telah mengembangkan sejumlah jenis kapal dengan fungsi dan spesifikasi berbeda. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Dinghy 4 Meter

Dinghy merupakan salah satu produk awal Sukaboat. Pada 2024, sebanyak 20 unit kapal diproduksi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PLN, sementara enam unit lainnya diproduksi untuk konsumen individu.

Dalam kegiatan produksi tersebut, sekitar 15 WBP terlibat dalam aktivitas kerja di hanggar Sukaboat.

2. Duchy Boat 8 Meter

Pengembangan berikutnya adalah Duchy Boat berukuran sekitar 8 meter atau 27 kaki. Kapal ini awalnya dirancang untuk mendukung kebutuhan konektivitas internet di wilayah kepulauan.

Dua unit kapal telah diproduksi dan pengembangannya berlanjut pada 2026 melalui proyek bertajuk Duchy Reborn.

Pengembangan tersebut mencakup pembaruan desain, penggunaan mesin konvensional, serta penyempurnaan fungsi kapal untuk mendukung kebutuhan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca Juga:  Asep Robin: Perubahan Perda Harus Dilandasi Urgensi yang Jelas

3. Kapal Nelayan SBF-10

Sukaboat juga mengembangkan kapal nelayan dengan kode SBF-10 sebagai bagian dari upaya modernisasi kapal tradisional.

Konsep pengembangannya tetap mempertahankan karakter desain kapal nelayan, tetapi menggunakan sejumlah pembaruan pada aspek material, bentuk lambung, mesin, dan baling-baling.

Salah satu sasaran pengembangan adalah kapal nelayan rajungan di wilayah Cirebon. Kapal berbahan kayu direncanakan dikembangkan menggunakan fiberglass dengan tetap mempertahankan tampilan tradisional.

4. Speedboat SB-6

SB-6 merupakan speedboat berukuran sekitar 6 meter yang dirancang untuk kebutuhan personal maupun berbagai aktivitas lainnya.

Kapal ini memiliki kapasitas lima orang, terdiri atas satu nakhoda dan empat penumpang.

Selain untuk rekreasi, SB-6 juga dirancang agar dapat dikembangkan untuk kebutuhan wisata, patroli, memancing, penyelaman, hingga pencarian dan pertolongan (SAR).

5. Speedboat SB-8

SB-8 merupakan speedboat dengan panjang sekitar 8 meter. Proses pembuatannya membutuhkan keterampilan teknis yang lebih kompleks.

WBP yang terlibat dalam proses produksi mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai pekerjaan, mulai dari pemasangan kaca, interior, kursi, perangkat keselamatan, tangki bahan bakar, mesin, sistem kemudi, kelistrikan, hingga instalasi perpipaan.

6. Speedboat SB-10

SB-10 menjadi salah satu rancangan pengembangan terbaru Sukaboat dengan panjang sekitar 10 meter.

Kapal ini dirancang untuk mencapai kecepatan hingga 50 knot dan diharapkan dapat mendukung kebutuhan patroli, pengamanan, serta penanganan kondisi darurat.

Dalam pengembangannya, terdapat rencana penggunaan material khusus seperti Kevlar dan aramid untuk meningkatkan perlindungan badan kapal.

FPII Dorong Publikasi Kegiatan Pembinaan Positif

Kasihhati menyampaikan bahwa program produksi kapal Sukaboat menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan juga dapat menjadi tempat pengembangan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan.

Ia menyebutkan, berdasarkan pemaparan yang diterima dalam kunjungan tersebut, produk Sukaboat telah dipasarkan lebih dari 25 unit dengan berbagai jenis.

“Kami mengapresiasi Lapas Kelas I Sukamiskin yang telah memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui produksi kapal, mulai dari kapal nelayan, dinghy hingga duchy. Ini merupakan kegiatan positif yang perlu diketahui masyarakat,” ungkapnya.

Kasihhati juga menegaskan bahwa FPII siap membangun sinergi dengan pihak Lapas melalui publikasi kegiatan pembinaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pemberitaan mengenai program pembinaan warga binaan penting untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada publik bahwa proses pemasyarakatan juga mencakup pendidikan keterampilan, pemberdayaan, dan persiapan kembali ke lingkungan sosial.

Sementara itu, Zaki menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Presidium FPII beserta Dewan Pakar FPII ke Lapas Kelas I Sukamiskin.

Ia berharap hubungan baik antara insan pers dan pihak pemasyarakatan dapat terus terjalin, khususnya dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai program pembinaan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua Presidium FPII dan Dewan Pakar FPII. Semoga sinergi antara pers dan Lapas Kelas I Sukamiskin dapat terus terjaga sehingga masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya mengenai kegiatan pembinaan warga binaan,” pungkas Zaki.

(Tim Redaksi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan
Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:11 WIB

Ketua Presidium FPII Apresiasi Pembinaan WBP Lapas Sukamiskin Lewat Produksi Kapal Sukaboat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Berita Terbaru