Menjaga ‘Harta Karun’ Bumi Benuanta: Komitmen Kaltara Melindungi 43 Spesimen Hiu Gangga yang Terancam Punah

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNG SELOR, FAKTAMERAH.COM – Sebuah torehan sejarah di dunia sains berhasil dicatatkan oleh tim peneliti multidisiplin dari Universitas Hasanuddin (Unhas), James Cook University Australia, dan Universitas Borneo Tarakan (UBT). Keberhasilan luar biasa mereka dalam menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus)—spesies hiu air tawar yang sangat langka—di sepanjang aliran Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, langsung mendapat apresiasi tinggi dan respons hangat dari Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum.

Saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026) siang melalui pesan singkat WhatsApp, mantan Wakapolda Kaltara tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Mewakili jajaran Pemprov Kaltara serta seluruh masyarakat Bumi Benuanta, ia menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas hasil kerja keras para pakar dunia yang sukses mengidentifikasi dan mengamati secara langsung sebanyak 43 spesimen Hiu Gangga di ekosistem Sungai Sesayap, sebuah angka yang sangat signifikan bagi dunia konservasi global.

Mengingat status Hiu Gangga yang masuk dalam daftar ‘Critically Endangered’ (Sangat Terancam Punah) oleh IUCN, Gubernur Zainal sepakat dengan pandangan para ahli bahwa penemuan 43 spesimen ini otomatis menempatkan Kaltara sebagai ‘the last stronghold’—benteng pertahanan terakhir sekaligus habitat paling krusial di planet bumi bagi masa depan predator yang sempat dianggap sebagai mitos belaka. Pencapaian monumental ini bukan sekadar pemanis di atas jurnal akademik, melainkan sebuah bukti empiris bahwa riset kolaboratif internasional mampu menciptakan mukjizat bagi pelestarian keanekaragaman hayati nusantara.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi temuan berharga dari ekspedisi sains lintas negara ini, Gubernur Zainal Paliwang langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan seruan tegas. Ia menginstruksikan kepada seluruh elemen masyarakat Kaltara, khususnya warga Kabupaten Tana Tidung yang mendiami kawasan bantaran Sungai Sesayap, untuk bahu-membahu menjaga kelestarian habitat tersebut dan menumbuhkan rasa kepemilikan yang kuat (sense of belonging) terhadap satwa purba yang berada di ambang kepunahan ini.

Baca Juga:  Kaltara Pertahankan Predikat Provinsi Paling Rukun se-Kalimantan, Gubernur Zainal Minta FKUB Perkuat Deteksi Dini

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya mengetuk hati seluruh masyarakat Bumi Benuanta, wabilkhusus warga Tana Tidung, untuk ikut bangga atas temuan berharga 43 spesimen Hiu Gangga di Sungai Sesayap ini. Mari kita satukan tekad untuk menjaga eksistensi dan kelestarian predator sungai tropis yang sangat eksotis ini agar tidak punah dari muka bumi,” tegas Gubernur Zainal.

Selain membakar semangat konservasi lokal, orang nomor satu di Kaltara yang juga suami dari Hj. Rahmawati Zainal, SH (Anggota DPR RI) ini, memberikan imbauan taktis bagi sektor perikanan lokal. Ia meminta dengan sangat kepada para nelayan tradisional, baik yang kerap menjaring maupun memancing di sekitar area estuari (muara) Sungai Sesayap, untuk langsung melepaskan kembali dengan hati-hati jika secara tidak sengaja menangkap atau mengait Hiu Gangga tersebut.

“Sebagai langkah konkret, jajaran Pemprov Kaltara akan segera menginisiasi gerakan edukasi publik dan sosialisasi masif yang menyasar masyarakat Kabupaten Tana Tidung, terutama komunitas desa yang hidup berdampingan langsung dengan aliran Sungai Sesayap. Langkah preventif ini krusial guna membangun kesadaran kolektif bahwa mereka adalah penjaga garda depan bagi kelangsungan hidup satwa langka dunia ini,” pungkas Zainal Paliwang menutup pernyataannya.

Loading

Penulis : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aduan Sampah Menggunung Ditindaklanjuti, Sudin LH Jakarta Timur Kerahkan Petugas ke Ujung Menteng
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian, Generasi Merdeka Bagikan Masker di Cilegon
DLH Lebak Temukan Indikasi Pencemaran Sungai Cilangkahan, Aliansi Tuntut Sanksi
Dugaan Tambang Ilegal di Kepuh Ciwandan Disorot, Ketum GWI Desak Polda Banten Bertindak
Isu Lahan Sawah Tercemar B3 di Nambo Udik Dibantah Warga, Ini Klarifikasinya
Proyek Turap Taman Cikande Disorot APB, Papan Informasi dan Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan
TNI Peduli Sampah, Kodim 0603/Lebak dan Warga Bersihkan Pantai Bagedur
Semarak Karnaval Randublatung, KPH Perhutani Kampanyekan Hutan Lestari
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:42 WIB

Aduan Sampah Menggunung Ditindaklanjuti, Sudin LH Jakarta Timur Kerahkan Petugas ke Ujung Menteng

Jumat, 11 September 2026 - 10:00 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian, Generasi Merdeka Bagikan Masker di Cilegon

Kamis, 10 September 2026 - 11:31 WIB

DLH Lebak Temukan Indikasi Pencemaran Sungai Cilangkahan, Aliansi Tuntut Sanksi

Rabu, 2 September 2026 - 06:58 WIB

Dugaan Tambang Ilegal di Kepuh Ciwandan Disorot, Ketum GWI Desak Polda Banten Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 00:06 WIB

Isu Lahan Sawah Tercemar B3 di Nambo Udik Dibantah Warga, Ini Klarifikasinya

Berita Terbaru