Penetapan Awal Ramadhan 2026 Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Berbeda

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Faktamerah.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memprediksi adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026 antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam Muhammadiyah.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyampaikan bahwa berdasarkan kalender Hijriah pemerintah, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Namun demikian, pemerintah tetap akan menunggu hasil sidang isbat sebagai penentu resmi awal bulan puasa.
“Kemungkinan awal Ramadhan akan terjadi perbedaan yang memang sudah diprediksi dari sekarang. Berdasarkan kalender yang ada dan maklumat dari beberapa ormas, telah ditetapkan tanggal awal Ramadhan 1447 Hijriah,” ujar Thobib di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Thobib menjelaskan, sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H rencananya akan digelar pada 17 Februari 2026. Sidang tersebut menjadi dasar resmi pemerintah dalam menetapkan awal ibadah puasa bagi umat Islam di Indonesia.
Sementara itu, organisasi Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab yang selama ini digunakan oleh organisasi tersebut. Perbedaan metode penentuan awal bulan inilah yang berpotensi menimbulkan perbedaan waktu mulai puasa.
Menanggapi potensi perbedaan tersebut, Thobib menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan bukanlah hal baru di Indonesia. “Saya kira di Indonesia hal ini sudah biasa terjadi. Jadi tidak perlu dipersoalkan lagi,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti keputusan pemerintah sebagai rujukan resmi, serta menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah perbedaan yang mungkin terjadi.
“Jika perbedaan tidak dapat dihindari, pemerintah berharap masyarakat tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah atau kebangsaan,” pungkas Thobib.

Baca Juga:  400 Anak Yatim dan Duafa Terima Santunan Ramadhan dari H. Munadi di Torjun

(Baihaki Khaizan)

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Presidium FPII Apresiasi Pembinaan WBP Lapas Sukamiskin Lewat Produksi Kapal Sukaboat
Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan
Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:11 WIB

Ketua Presidium FPII Apresiasi Pembinaan WBP Lapas Sukamiskin Lewat Produksi Kapal Sukaboat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Polda Papua Barat Daya Terima Kunjungan JICA Indonesia Office, Bahas Kerja Sama Manajemen Keamanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Berita Terbaru