Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dugaan Tambang Bermasalah di Dabo Singkep

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lingga, Kepulauan Riau | faktamerah.com – Dugaan aktivitas pertambangan bauksit yang dinilai berpotensi merusak lingkungan di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mendesak pemerintah pusat untuk mengambil langkah tegas dalam menegakkan hukum dan melindungi kelestarian lingkungan.

Pakar hukum internasional dan ekonom nasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, menyatakan bahwa persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan harus menjadi perhatian serius Presiden RI Prabowo Subianto. Ia mendorong adanya perintah langsung kepada kementerian terkait, serta aparat penegak hukum dari unsur Polri dan TNI, untuk melakukan penertiban menyeluruh.

“Sudah sangat mendesak dilakukan tindakan tegas terhadap praktik-praktik pertambangan yang diduga merusak lingkungan dan kawasan hutan. Ini bukan hanya di Lingga, tetapi di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan pimpinan redaksi media cetak dan online, Kamis (18/12/2025), melalui sambungan telepon dari Jakarta.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan MPKL dan Dugaan Aktivitas Tambang

Kasus pertambangan di Dabo Singkep juga mendapat perhatian dari Masyarakat Peduli Kabupaten Lingga (MPKL). Salah satu perwakilan MPKL, Ruslan, mempertanyakan konsistensi penegakan hukum.

“Publik mempertanyakan, apakah keadilan hanya berpihak kepada penguasa? Kami ingin hukum ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu,” ujarnya.

MPKL menyoroti aktivitas pertambangan bauksit yang disebut berlangsung di area milik PT Hermina Jaya, dengan keterlibatan pihak lain yang hingga kini dinilai minim keterbukaan informasi. Berdasarkan keterangan sejumlah warga sekitar lokasi, aktivitas tersebut diduga melibatkan CV Samudra Energi Prima, yang disebut bekerja sama dengan PT Hermina Jaya.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa di lapangan terdapat pembukaan jalan tambang yang diduga masuk ke kawasan hutan, sehingga memunculkan pertanyaan terkait dasar perizinan dan kepatuhan terhadap aturan kehutanan. Selain itu, aktivitas pemuatan bauksit juga dikaitkan dengan penggunaan fasilitas dermaga (jetty) yang status izinnya dipertanyakan.

Baca Juga:  Aswar, CEO PT Aswar Jaya Group, Sampaikan Ucapan Selamat Hari Guru 2025

Riwayat Penindakan dan Pertanyaan Publik

Diketahui, lokasi tersebut pernah dilakukan penyegelan oleh aparat penegak hukum pada tahun 2021. Pada Mei 2025, area pemuatan bauksit juga sempat disegel oleh aparat terkait, namun aktivitas dilaporkan kembali berjalan beberapa waktu kemudian. Kondisi ini memicu kecurigaan publik dan mendorong desakan agar dilakukan klarifikasi serta penegakan hukum yang transparan.

Di lapangan, juga ditemukan tumpukan material bauksit dalam jumlah besar di area yang diduga berada di kawasan hutan. Kehadiran aparat keamanan di sekitar lokasi turut menimbulkan pertanyaan publik terkait status dan pengawasan aktivitas tersebut.

Desakan Penegakan Hukum Tegas

Tokoh masyarakat Lingga mendesak Satgas Anti Tambang Ilegal serta Tim Penertiban Penguasaan Kawasan Hutan (PKH) untuk turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional dan objektif.

“Jika tidak ditangani serius, masyarakat khawatir hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegas Ruslan.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Sutan Nasomal kembali menegaskan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran kementerian terkait bersama Polri dan TNI untuk mengusut tuntas setiap dugaan pelanggaran hukum di sektor pertambangan.

“Penegakan hukum yang tegas akan menimbulkan efek jera dan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam Indonesia,” ujarnya.

Publik kini menantikan langkah konkret pemerintah dan aparat penegak hukum agar prinsip keadilan dan kepastian hukum benar-benar ditegakkan demi perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Warga Sambut Buya Yahya di Baubau, GPNI Dukung Kelancaran Rangkaian Dakwah
Ketum KJNI Serukan Pengibaran Merah Putih Selama Agustus, Ingatkan Makna Pengorbanan Para Pahlawan
114 Purnawirawan, PNS Purna Tugas, dan Warakawuri Kodam IX/Udayana Ajukan Permohonan Kebijakan kepada Presiden Prabowo
Kapolri Rotasi 146 Perwira Polri, Ini Daftar Jabatan Strategis dan 14 Kapolres yang Berganti
Usman, Pimpinan Redaksi Postnewstime: Kekerasan terhadap Wartawan Tidak Boleh Dinormalisasi
Maripin Munthe, Ketum AKRINDO, Kecam Pelaku Penghinaan dan Intimidasi terhadap Pekerja Wartawan
FPII Kecam Pernyataan Presiden yang Dinilai Melabeli Wartawan “Londo Ireng”, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Dir Intelkam Polda Papua Barat Daya: Noken Center Perkuat Nilai Luhur Budaya Papua dan Pancasila
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Ribuan Warga Sambut Buya Yahya di Baubau, GPNI Dukung Kelancaran Rangkaian Dakwah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Ketum KJNI Serukan Pengibaran Merah Putih Selama Agustus, Ingatkan Makna Pengorbanan Para Pahlawan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:35 WIB

114 Purnawirawan, PNS Purna Tugas, dan Warakawuri Kodam IX/Udayana Ajukan Permohonan Kebijakan kepada Presiden Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:07 WIB

Kapolri Rotasi 146 Perwira Polri, Ini Daftar Jabatan Strategis dan 14 Kapolres yang Berganti

Senin, 27 Juli 2026 - 16:42 WIB

Usman, Pimpinan Redaksi Postnewstime: Kekerasan terhadap Wartawan Tidak Boleh Dinormalisasi

Berita Terbaru