Proyek Jembatan Diduga untuk Akses Pabrik, Warga Kampung Rawa Bamban Minta Pemerintah Bertindak Tegas

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, FAKTAMERAH.COM -Pembangunan jembatan di Jalan Faliman Jaya, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, yang berada di kawasan perbatasan Jakarta Barat dan Kota Tangerang tepatnya dijalan faliman jaya kelurahan jurumudi baru kecamatan benda kota tangerang, menuai keberatan dari sejumlah warga Kampung Rawa Bamban. rabu 19/08/27

Dari pantauan awak media dan dokumentasi di lokasi, pembangunan jembatan tampak berada di kawasan bantaran kali yang berseberangan dengan area industri. Pada bagian lokasi yang terdokumentasi, tidak terlihat papan informasi proyek yang menerangkan identitas pelaksana, sumber pembiayaan maupun dasar perizinan pekerjaan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai legalitas dan peruntukan pembangunan. Warga menduga jembatan tersebut akan digunakan sebagai akses untuk kepentingan pabrik, sehingga pembangunan dinilai terkesan dipaksakan.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usman, warga Kampung Rawa Bamban sekaligus pemerhati lingkungan dan aktif dalam organisasi kewartawanan, meminta pemerintah melakukan pemeriksaan langsung sebelum pembangunan berlanjut.

“Kalau jembatan ini memang untuk akses kepentingan pabrik, harus ada kejelasan mengenai izin, dasar pembangunan dan siapa yang bertanggung jawab. Kepentingan industri jangan sampai mengabaikan kepentingan warga dan lingkungan,” ujar Usman.

Sementara itu, Mukman, Ketua RT 004/007 Kampung Rawa Bamban, menyampaikan ketidaksetujuannya apabila pembangunan tersebut dilakukan tanpa komunikasi yang jelas dengan masyarakat.

Baca Juga:  Ketua GWI Apresiasi Kinerja Polisi Ungkap Pelaku Pengeroyokan di Pasar Lama

“Kami sebagai warga ingin ada penjelasan. Kalau pembangunan ini untuk kepentingan pabrik, jangan sampai warga tidak dilibatkan dan kemudian justru terkena dampaknya,” kata Mukman.

Senada dengan itu, Jalim, salah satu warga Kampung Rawa Bamban, meminta pemerintah turun langsung ke lokasi untuk memastikan tujuan dan legalitas pembangunan.

“Kami mempertanyakan jembatan ini sebenarnya untuk kepentingan siapa. Kalau memang untuk akses pabrik, harus jelas peruntukannya dan izinnya,” ujar Jalim.

Warga meminta Pemerintah Kota Tangerang dan instansi berwenang di wilayah Jakarta Barat/Provinsi DKI Jakarta, khususnya yang memiliki kewenangan terhadap sumber daya air dan bantaran kali, melakukan pengecekan menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut diharapkan mencakup status dan kewenangan lahan, perizinan, kajian teknis, keselamatan konstruksi, fungsi aliran kali, dampak lingkungan, serta tujuan pembangunan jembatan.

Warga juga meminta adanya papan informasi proyek sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.

Apabila pembangunan tersebut memang memiliki seluruh perizinan dan rekomendasi yang dipersyaratkan, warga meminta pemerintah maupun pihak pelaksana menjelaskannya secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat berharap pemerintah mengambil tindakan sesuai ketentuan.

( Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa
Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi
Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka
Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak
GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan
Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan
Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD
Tanggapi Keluhan Beton Retak Ruas Warung Hasem–Cibogo, Pelaksana Minta Pemeriksaan Teknis Menyeluruh
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 07:03 WIB

Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa

Jumat, 25 September 2026 - 23:14 WIB

Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka

Jumat, 4 September 2026 - 15:26 WIB

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 01:35 WIB

GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan

Berita Terbaru