Warga Duri Pulo Lawan Appraisal Tol Semanan–Sunter, Ganti Rugi Dinilai Tak Masuk Akal

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PUSAT | FAKTAMERAH.COM — Gelombang penolakan terhadap nilai ganti rugi proyek Jalan Tol Semanan–Sunter kian menguat. Warga RW 09 dan RW 12 Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, secara terbuka melawan hasil appraisal yang dinilai merugikan dan jauh dari harga pasar riil tanah di kawasan pusat ibu kota.
Perlawanan warga diwujudkan melalui pemasangan sejumlah spanduk penolakan di depan sekretariat RW, Jalan Setia Kawan Barat, Senin (22/12/2025). Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa warga menilai proses penetapan ganti rugi sarat persoalan dan minim keberpihakan.
Pantauan Faktamerah.com sekitar pukul 23.30 WIB menunjukkan beberapa spanduk terbentang mencolok di gedung sekretariat RW 09 dan RW 12. Pesan-pesan bernada protes tertulis tegas, seperti “Kami Menolak Keras!!! Tidak Sesuai Harga!” hingga “Harga Appraisal Tol Semanan–Sunter Tidak Sesuai Harga Tanah”.
Warga menilai nilai appraisal yang ditetapkan tidak mencerminkan harga tanah di wilayah Jakarta Pusat yang secara faktual memiliki nilai ekonomi tinggi. Mereka mempertanyakan metode penilaian yang digunakan, termasuk transparansi data pembanding dan keterlibatan warga dalam proses tersebut.
“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi jangan jadikan proyek strategis nasional sebagai alasan untuk merampas hak warga dengan harga yang tidak manusiawi,” demikian salah satu pesan protes warga yang tertuang dalam spanduk.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur seharusnya berjalan seiring dengan prinsip keadilan sosial sebagaimana diamanatkan konstitusi. Jika ganti rugi ditetapkan sepihak dan di bawah nilai pasar, maka proyek tersebut justru berpotensi melahirkan konflik sosial baru di tengah masyarakat.
Warga RW 09 dan RW 12 Duri Pulo menegaskan akan terus menyuarakan penolakan peninjauan ulang nilai ganti rugi tidak segera direspons secara terbuka dan adil.

Baca Juga:  Warga Duri Pulo Gambir Tolak UGR Tol Semanan–Sunter, Nilai Ganti Rugi Tak Sesuai Harga Pasar

( Awaludin )

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027
Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten Rp23,9 Miliar, Ini Lingkup Pekerjaannya.
Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa
Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi
Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka
Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak
GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan
Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Kementerian PU Rehabilitasi Bendung Karet Cibanten Rp23,9 Miliar, Ini Lingkup Pekerjaannya.

Selasa, 29 September 2026 - 07:03 WIB

Warga Kampung Rawa Bamban Minta Jembatan Akses Pabrik Diperiksa

Jumat, 25 September 2026 - 23:14 WIB

Pembangunan Jembatan di Perbatasan Jakarta–Tangerang Disorot Warga, Pemerintah Diminta Beri Klarifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Brimob Polda Jabar Bantu Pembangunan Jembatan Galumpit di Majalengka

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB