Warga Duri Pulo Gambir Tolak UGR Tol Semanan–Sunter, Nilai Ganti Rugi Tak Sesuai Harga Pasar

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Pusat | FAKTAMERAH.COM – Puluhan warga Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, menggelar aksi penolakan terhadap besaran Uang Ganti Rugi (UGR) pembebasan lahan proyek Tol Semanan–Sunter, Kamis (15/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas nilai ganti rugi yang dinilai jauh di bawah harga pasar.
Dalam aksi yang berlangsung di tengah guyuran hujan, warga menyuarakan tuntutan mereka dengan membawa spanduk dan poster. Salah satu poster bertuliskan, “Harga sesuai pasar, bro. Bukan sesuai jidat, eloh. Tolak harga murah! Naikkan UGR sekarang!”.
Warga menilai penetapan UGR tidak mencerminkan nilai ekonomis tanah dan bangunan yang telah mereka tempati selama puluhan tahun. Selain sebagai tempat tinggal, sebagian lahan juga digunakan sebagai sumber penghidupan warga.
“UGR yang ditawarkan tidak manusiawi. Kami tidak menolak pembangunan, tapi tolong hargai hak warga dengan ganti rugi yang layak dan sesuai harga pasar,” ujar salah satu perwakilan warga saat berorasi menggunakan pengeras suara.
Aksi penolakan ini diikuti oleh berbagai elemen warga, termasuk tokoh masyarakat dan perwakilan komunitas lingkungan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait mau membuka ruang dialog serta melakukan peninjauan ulang terhadap nilai ganti rugi yang ditetapkan.
Warga Duri Pulo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya tidak mengorbankan keadilan sosial. Mereka meminta agar proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan, adil, dan mengedepankan prinsip kemanusiaan.
Hingga aksi berlangsung, warga menyatakan akan terus menyuarakan penolakan apabila tuntutan penyesuaian UGR tidak mendapat respons serius dari pemerintah maupun pihak pelaksana proyek Tol Semanan–Sunter

Baca Juga:  Ketua AWII DPD DKi Jakarta Mario: Sidang Perdana Gugatan Warga Duri Pulo Jadi Ujian Komitmen Keadilan PSN

(Awaludin)

Loading

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak
GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan
Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan
Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD
Tanggapi Keluhan Beton Retak Ruas Warung Hasem–Cibogo, Pelaksana Minta Pemeriksaan Teknis Menyeluruh
Aliansi Peduli Banten Soroti Transparansi Proyek Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka Rp12,1 Miliar
Proyek Jembatan Diduga untuk Akses Pabrik, Warga Kampung Rawa Bamban Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Pemkab Lebak Bangun Jalan Warunghaseum–Cibogo, Proyek Rp670,7 Juta Ditargetkan Rampung September
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:26 WIB

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 01:35 WIB

GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Tanggapi Keluhan Beton Retak Ruas Warung Hasem–Cibogo, Pelaksana Minta Pemeriksaan Teknis Menyeluruh

Berita Terbaru