Irwasum Polri Dorong Penguatan Pengawasan Internal, Polda Jabar Jadi Percontohan
BANDUNG, FaktaMerah.com – Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol. Asep Edi Suheri menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal dan penerapan manajemen risiko di lingkungan kepolisian. Polda Jawa Barat diharapkan dapat menjadi salah satu percontohan dalam penerapan sistem pengawasan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di Lingkungan Polri serta Asistensi Manajemen Risiko di Polda Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat tersebut dihadiri Kapolda Jabar Irjen Pol. Hengki, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi, sejumlah pejabat utama Polda Jabar, para Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, serta personel yang mengemban fungsi pengawasan.
Dalam arahannya, Irwasum Polri menegaskan bahwa pengawasan internal tidak semestinya hanya berorientasi pada pencarian kesalahan. Lebih dari itu, pengawasan harus mampu mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini, mencegah pelanggaran, serta memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan sesuai ketentuan.
Ia juga meminta seluruh pimpinan satuan kerja, mulai dari tingkat Polda hingga Polres, meningkatkan tanggung jawab dalam mengidentifikasi dan mengendalikan risiko di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan secara terarah, responsif, dan berkelanjutan dengan mengutamakan deteksi dini serta penyelesaian terhadap akar permasalahan.
Irwasum Polri turut mendorong Polda Jawa Barat menjadi salah satu Polda percontohan dalam penerapan pengawasan internal, manajemen risiko, dan pengawalan program prioritas Kapolri.
Untuk mendukung hal tersebut, terdapat empat langkah yang perlu menjadi perhatian jajaran Polda Jabar.
Pertama, menyusun peta risiko secara menyeluruh dan objektif, mulai dari tingkat Polda, Polres hingga satuan kerja. Kedua, memastikan program prioritas Kapolri berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketiga, memperkuat fungsi pengawasan melalui pemenuhan jabatan Kasiwas serta peningkatan kompetensi personel. Keempat, memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah berjalan secara disiplin dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan kualitas tata kelola organisasi di lingkungan Polda Jawa Barat.
Menurut Hendra, pemahaman terhadap sistem pengendalian intern dan manajemen risiko penting dimiliki seluruh personel, terutama para pimpinan satuan kerja.
“Pengawasan bukan hanya untuk mencari kesalahan, tetapi menjadi langkah pencegahan agar setiap potensi permasalahan dapat diidentifikasi dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polda Jabar akan menindaklanjuti arahan Irwasum Polri melalui penguatan pengawasan internal, optimalisasi manajemen risiko, serta pengawalan program prioritas Kapolri dan program pemerintah.
Penerapan sistem pengawasan yang efektif diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Penguatan pengawasan internal juga menjadi salah satu aspek penting dalam mencegah penyimpangan, memperbaiki tata kelola organisasi, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
(Mario Red)
![]()

Tinggalkan Balasan