Korban Tolak Upaya Damai, Dugaan Penganiayaan di Pangkep Masuk Tahap Penyidikan

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGKEP, FAKTAMERAH.COM – Perkara dugaan penganiayaan yang dilaporkan Nasrawati alias Wati binti Sallomo ke Polsek Minasatene, Polres Pangkep, memasuki tahap penyidikan setelah upaya mediasi antara pelapor dan terlapor tidak mencapai kesepakatan.

Kasus tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP-B/17/VI/2026/SPKT/POLSEK MINASATENE/POLRES PANGKEP/POLDA SULAWESI SELATAN. Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/17/VI/2026/SPKT/POLSEK MINASATENE/POLRES PANGKEP/POLDA SULAWESI SELATAN, laporan diterima pada 23 Juni 2026 terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Pramuka, Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

Dalam laporannya kepada kepolisian, pelapor mengaku mengalami benjolan pada dahi, luka lecet di wajah, memar di sekitar mata, kemerahan pada mata, serta luka pada bagian tangan. Dugaan tersebut saat ini masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Minasatene, IPTU Alimin, menyampaikan bahwa perkara akan dilanjutkan ke tahap penyidikan karena proses mediasi tidak menghasilkan kesepakatan.

“Rencana hari Selasa kita laksanakan gelar perkara ke tahap penyidikan, karena sudah juga kita upayakan mediasi tapi tidak ada kesepakatan,” ujar IPTU Alimin melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Minasatene, IPDA Takdir, saat dimintai keterangan mengenai perkembangan perkara menyampaikan bahwa gelar perkara telah dilaksanakan.

“Aman pak, kami sudah gelarkan kemarin,” tulis IPDA Takdir melalui pesan WhatsApp.

Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan dilakukan penahanan terhadap terlapor, IPDA Takdir menjawab:

“Ijin pak, terkait penahanan kami akan lihat kembali, tapi yang jelas tidak ada yang kami rugikan pak.”

Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari pihak pelapor. Menurut pelapor, kalimat tersebut dinilai belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai perkembangan penanganan perkara maupun alasan belum diambilnya langkah hukum tertentu terhadap terlapor.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek Minasatene Belum Tuntas, Korban Pertanyakan Perkembangan Penyidikan

Pelapor berharap penyidik dapat memberikan informasi yang lebih jelas mengenai status perkara, tahapan penyidikan yang sedang berlangsung, serta dasar pertimbangan hukum atas setiap tindakan yang diambil dalam proses penyidikan.

Selain itu, pelapor juga berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Hingga berita ini ditayangkan, proses penyidikan masih berlangsung di Polsek Minasatene. Media ini memberikan ruang kepada pihak kepolisian maupun pihak terlapor untuk menyampaikan klarifikasi atau tanggapan apabila terdapat informasi tambahan terkait perkembangan perkara tersebut.

(Levi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB