Obat Keras Dijual Bebas di Jakbar, Aparat Dipertanyakan: Diduga Ada Pembiaran Sistematis

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Barat | FAKTAMERAH.COM — Peredaran obat keras golongan G yang dijual bebas tanpa resep dokter diduga kian mengkhawatirkan. Praktik ilegal ini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan disinyalir berlangsung terang-terangan di sejumlah wilayah Jakarta Barat, khususnya di Kecamatan Cengkareng dan Kalideres.

Peredaran obat keras golongan G secara ilegal, diduga tanpa izin dan tanpa resep dokter.

Sejumlah toko berkedok warung dan toko kosmetik di wilayah Cengkareng dan Semanan, yang menurut informasi warga dan hasil penelusuran lapangan, diduga dikelola secara terkoordinasi oleh kelompok yang disebut-sebut sebagai Iksan Cs. Sorotan juga datang dari LSM Matahari yang menilai lemahnya penindakan aparat.

Aktivitas tersebut terpantau di Jalan Jaya 25 RT 01 RW 10, Cengkareng, serta kawasan Semanan, Jalan 1 Maret, Jakarta Barat.

Temuan ini terpantau hingga Sabtu, 11 Januari 2026, dan disebut telah berlangsung cukup lama oleh sejumlah pihak.

Maraknya peredaran ini diduga karena lemahnya pengawasan dan penindakan, sehingga membuka ruang bagi jaringan distribusi obat keras ilegal untuk beroperasi secara bebas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan, terutama di kalangan remaja dan masyarakat umum.

Modus operandi yang digunakan terbilang rapi. Obat keras tidak dipajang secara terbuka, melainkan disimpan tersembunyi. Pembeli cukup menyebutkan jenis obat atau kode tertentu, lalu transaksi dilakukan dengan cepat. Pola operasional toko-toko tersebut dinilai seragam, mulai dari jam buka hingga metode transaksi, yang menguatkan dugaan adanya sistem distribusi terstruktur.

Baca Juga:  Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang ilegal Berkedok Pemerataan

Sorotan keras disampaikan oleh LSM Matahari. Salah satu aktivisnya menilai situasi ini telah memasuki kategori darurat dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Ini bukan lagi dugaan kecil. Lokasi jelas, modus berulang, dan pengelolanya disebut-sebut orang yang sama. Jika masih dibiarkan, publik wajar menduga adanya pembiaran atau ketidakseriusan aparat,” ujar seorang aktivis LSM Matahari.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

LSM Matahari mendesak kepolisian dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah konkret berupa penggerebekan, penyitaan, serta penindakan hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke masyarakat kecil, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan jaringan yang sudah mapan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas toko-toko yang diduga menjual obat keras golongan G tersebut masih terpantau berjalan. Kondisi ini menambah panjang daftar persoalan peredaran obat ilegal yang dinilai belum tersentuh penindakan serius.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata aparat penegak hukum. Diamnya aparat justru berpotensi memperkuat dugaan bahwa praktik ini seolah kebal hukum.

“Kami akan terus mengawasi tindakan aparat di wilayah setempat,” tegas Zefri Al Sidik, Koordinator Aktivis LSM Matahari.

(Awaludin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jabar Dalami Kasus Video Asusila Selebgram LM, Dugaan Peran Dominan Manajer Menguat
Polisi Gagalkan Eksekusi Rumah Wartawan TVRI Sulsel, Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Lelang Bermasalah
Kapolsek Tambora Turun Langsung! Ngopi Kamtibmas Jadi Wadah Serap Aspirasi Warga
Terdakwa Tipikor Kamser Minta Presiden Prabowo Intervensi, Soroti Dugaan Ketidakadilan di PN Padang
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Produksi Gas N2O Ilegal di Jakarta, Sembilan Orang Diamankan
iPhone 15 Pro Max Raib, Polisi Ringkus Pelaku di Majalengka!
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Kasus Korupsi Nikel di Sultra
Polres Sampang Limpahkan Kasus Rokok Ilegal ke Bea Cukai, Publik Soroti Pengusutan Jaringan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 05:51 WIB

Polda Jabar Dalami Kasus Video Asusila Selebgram LM, Dugaan Peran Dominan Manajer Menguat

Senin, 20 April 2026 - 05:43 WIB

Polisi Gagalkan Eksekusi Rumah Wartawan TVRI Sulsel, Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Lelang Bermasalah

Minggu, 19 April 2026 - 02:14 WIB

Kapolsek Tambora Turun Langsung! Ngopi Kamtibmas Jadi Wadah Serap Aspirasi Warga

Sabtu, 18 April 2026 - 16:56 WIB

Terdakwa Tipikor Kamser Minta Presiden Prabowo Intervensi, Soroti Dugaan Ketidakadilan di PN Padang

Sabtu, 18 April 2026 - 12:45 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Produksi Gas N2O Ilegal di Jakarta, Sembilan Orang Diamankan

Berita Terbaru