Pramono Anung Pastikan Asuransi Lindungi Pedagang Korban Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | FAKTAMERAH.COM — Kebakaran yang meludeskan sejumlah kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (15/12) pagi, kembali menyorot persoalan keamanan dan tata kelola pasar tradisional di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan para pedagang yang terdampak tidak akan menanggung kerugian lantaran seluruh kios disebut telah diasuransikan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan proses pendataan kerugian masih berlangsung. Namun, ia menegaskan nilai kerugian material relatif terkendali karena telah menjadi tanggungan pihak asuransi.

“Data sudah kami cek. Direktur Utama Pasar Jaya melaporkan bahwa kerugian akibat kebakaran tersebut telah diasuransikan, sehingga seluruhnya akan di-cover oleh asuransi,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/12).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 07.24 WIB, dengan kios-kios yang terbakar mayoritas merupakan lapak pedagang buah pisang dan pepaya. Meski api berhasil dipadamkan, insiden ini kembali menimbulkan pertanyaan terkait sistem pengamanan pasar induk yang menjadi simpul utama distribusi pangan Jakarta.

Baca Juga:  Ulang Tahun Pimpinan Redaksi Faktamerah.com, Mario: Momentum Perkuat Integritas dan Independensi Pers

Pemprov DKI juga menepis kekhawatiran terganggunya pasokan pangan akibat insiden tersebut. Pramono memastikan stok pangan di Jakarta masih dalam kondisi aman dan berlebih.

“Stok pangan Jakarta cukup. Kejadian ini tidak mengganggu distribusi dan tidak akan berdampak pada kenaikan harga, baik pepaya maupun pisang,” tegas Pramono yang akrab disapa Pram.

Namun demikian, klaim jaminan asuransi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pernyataan, melainkan diikuti dengan proses klaim yang cepat dan transparan agar para pedagang dapat segera kembali beraktivitas. Pasalnya, dalam sejumlah kasus kebakaran pasar sebelumnya, proses pencairan asuransi kerap menjadi keluhan para korban.

Sebagai pengelola, Pasar Jaya didorong untuk tidak hanya fokus pada pemulihan pascakebakaran, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, instalasi listrik, dan mitigasi kebakaran, guna mencegah peristiwa serupa terulang di pusat distribusi pangan strategis tersebut.

( Sopi Irawan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda, Tim SAR 425 Personel Terus Melakukan Pencarian
Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1
Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik
Perhutani Blora Raya dan Polres Blora Perkuat Sinergi Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla
668 Warga Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, 80 Masih Dirawat
Panjat Pinang Meriahkan Penutupan HUT RI ke-81 di Lubang Buaya Jakarta Timur
Rumah Nenek Narpah di Lebak Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Minta Bantuan Pemerintah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:31 WIB

Lima Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda, Tim SAR 425 Personel Terus Melakukan Pencarian

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Update SAR Gunung Anak Krakatau: Life Jacket Ditemukan Dipastikan Bukan Milik Arupadatu 1

Rabu, 9 September 2026 - 06:05 WIB

Polisi Tertibkan 36 Motor Berknalpot Brong di Dua Wilayah Kuningan

Minggu, 6 September 2026 - 08:43 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik di Balaraja, Karyawan Berhamburan, Warga Panik

Sabtu, 5 September 2026 - 09:33 WIB

Perhutani Blora Raya dan Polres Blora Perkuat Sinergi Keamanan Hutan dan Cegah Karhutla

Berita Terbaru