Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden Tugaskan Kejagung dan MA Sidik Kasus Reklamasi Pelabuhan Lumbi-Lumbia Bangkep Secara Transparan!

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGGAI KEPULAUAN, 13 Oktober 2025 — Polemik kasus reklamasi ilegal di sekitar Pelabuhan Lumbi-Lumbia, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, kian memanas.
Keputusan Polres Bangkep melimpahkan kasus ini ke ranah sanksi administratif di bawah kewenangan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, menuai kecaman luas dan kecurigaan publik.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya “melarikan kasus” dari jalur pidana yang berpotensi menjerat pelaku berinisial IT dengan ancaman denda miliaran rupiah dan hukuman penjara bertahun-tahun.

“Kami bertanya, apakah kasus ini sengaja dilarikan ke ranah administratif agar lahan laut tersebut otomatis menjadi milik oknum IT? Ini sama saja negara melegalkan pencaplokan laut menjadi properti pribadi,”
tegas Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional sekaligus Presiden Partai Oposisi Merdeka, kepada media, Senin (13/10).

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT


Kasus Reklamasi di Zona Konservasi

Pelimpahan kasus yang dilakukan pada Kamis, 19 Juni 2025, ditindaklanjuti DKP Sulteng dengan penerbitan sanksi administratif berupa denda dan perintah penghentian kegiatan reklamasi.
Namun, langkah itu dianggap tidak menyentuh akar masalah dan justru berpotensi melegalkan perampasan aset publik berupa lahan laut.

Prof. Sutan menilai, reklamasi tanpa izin, terlebih di kawasan konservasi, bukan hanya pelanggaran administratif, melainkan tindak pidana lingkungan hidup yang diatur dalam berbagai undang-undang.


Sanksi Pidana Jelas Lebih Berat dari Administratif

Menurut Prof. Sutan, pelaku reklamasi ilegal dapat dijerat dengan sanksi pidana berdasarkan UU No. 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (UU PWP3K).

Ancaman Hukuman:

  1. Tanpa Izin Lokasi dan Pelaksanaan Reklamasi
    ➤ Penjara paling lama 4 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar.
  2. Reklamasi di Zona Konservasi
    ➤ Masuk kategori perusakan lingkungan hidup, dengan ancaman pidana lebih berat.
  3. Penjeratan Berlapis melalui UU No. 32 Tahun 2009 (UU PPLH)
    ➤ Penjara 1–3 tahun dan denda hingga Rp 3 miliar bagi pelaku yang melakukan kegiatan tanpa izin lingkungan.

“Sanksi administratif tidak akan pernah mengembalikan fungsi laut yang sudah mati.
Ini jelas pelanggaran pidana yang menimbulkan kerugian ekologis dan ekonomi bagi negara,”
ujar Prof. Sutan.


Kecurigaan Suap dan Imunitas di Balik Pelimpahan Kasus

Baca Juga:  Presiden GANN Indonesia Sanghaji Bima Dapat Ucapan Spesial di HUT ke-11 GANN, Bang Zeck: “Perjuangan Melawan Narkoba adalah Jihad Kemanusiaan”

Kecurigaan publik semakin kuat setelah muncul isu dugaan suap besar dari pihak IT kepada oknum tertentu demi mengamankan kasus ini.
Selain itu, keberanian IT melakukan reklamasi ilegal di area vital Pelabuhan Lumbi-Lumbia disebut tak mungkin terjadi tanpa “backing” dari pihak berpengaruh di Bangkep.

“Ada aroma imunitas hukum di sini. Jika benar pelimpahan ini karena intervensi dan uang, maka ini bukan lagi sekadar kasus reklamasi — ini soal rusaknya moral penegakan hukum,”
tegas Sutan.


Desakan Tegas: Batalkan Pelimpahan dan Tegakkan Hukum

Dalam pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal mendesak Presiden RI untuk memerintahkan Jaksa Agung, Ketua Mahkamah Agung, dan Kapolri agar turun tangan menegakkan hukum secara transparan.

Ia menegaskan tiga langkah utama yang harus segera dilakukan:

  1. Batalkan Pelimpahan Administratif
    Polres Bangkep diminta menarik kembali berkas perkara dan mengembalikan proses ke ranah pidana. Kejaksaan juga diminta mengusut dugaan Tipikor dan perusakan lingkungan.
  2. Selidiki Dampak terhadap Pelabuhan Lumbi-Lumbia
    Penyelidikan harus mencakup dampak keamanan dan operasional pelabuhan sebagai aset vital negara.
  3. Ungkap Pejabat Pelindung
    Pemerintah pusat diminta memeriksa pejabat yang diduga menjadi pelindung IT, demi memulihkan wibawa hukum dari pengaruh kepentingan pribadi.

Ujian Serius bagi Aparat Penegak Hukum

Kasus ini, kata Sutan, adalah ujian bagi komitmen negara dalam melindungi aset publik dan menegakkan supremasi hukum di daerah.

“Keputusan Polres melimpahkan kasus ini ke sanksi administratif adalah ujian berat bagi integritas hukum di Bangkep.
Kita harapkan Presiden segera turun tangan memerintahkan Jaksa Agung, Ketua MA, dan Kapolri menyidik permasalahan ini serta menghukum seberat-beratnya pihak yang bersalah,”
pungkas Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

( Fadlli Achmads )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya
Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan
Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri
Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO
Lapas Cibinong Disorot, Menteri Imipas Turun Tangan Dalami Temuan Ombudsman
Renovasi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang Disorot, Oknum Sekwan Diduga Atur Proyek
Staf Khusus Presiden Bertemu Ketua Umum FRIC, Bahas Peran Jurnalis di Era Digital
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden bagi Warga Terdampak Karhutla di Palangka Raya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Wisuda UMT Jadi Momen Haru Keluarga, Inda Yani Bangga Intan Purnama Sari Menuntaskan Pendidikan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Generasi Merdeka Sampaikan Ucapan Selamat kepada Suyudi Ario Seto atas Persetujuan DPR sebagai Kapolri

Rabu, 30 September 2026 - 11:41 WIB

Kemenimipas Temukan Bangunan Mirip Apartemen di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai BMN

Sabtu, 26 September 2026 - 08:00 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Kunjungi Imigrasi Depok, Bahas Pelayanan Paspor dan Pencegahan TPPO

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB