Proyek Tol Semanan–Sunter Memantik Amarah Warga Duri Pulo, Nilai Ganti Rugi Disebut Tak Manusiawi

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PUSAT | FAKTAMERAH.COM — Gelombang penolakan terhadap nilai ganti rugi proyek Jalan Tol Semanan–Sunter kian menguat. Warga RW 09 dan RW 12 Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, secara terbuka melawan hasil appraisal yang dinilai merugikan dan jauh dari harga pasar riil tanah di kawasan pusat ibu kota.
Perlawanan warga diwujudkan melalui pemasangan sejumlah spanduk penolakan di depan sekretariat RW di Jalan Setia Kawan Barat, Selasa (23/12/2025). Aksi tersebut menjadi sinyal keras ketidakpuasan warga terhadap proses penetapan ganti rugi yang dinilai sarat persoalan, minim transparansi, serta abai terhadap prinsip keadilan.
Pantauan Faktamerah.com menunjukkan sejumlah spanduk terbentang mencolok di gedung sekretariat RW 09 dan RW 12. Pesan-pesan bernada protes tertulis tegas, di antaranya “Kami Menolak Keras!!! Tidak Sesuai Harga!” dan “Harga Appraisal Tol Semanan–Sunter Tidak Sesuai Harga Tanah.”
Warga menilai nilai appraisal yang ditetapkan tidak mencerminkan realitas harga tanah di wilayah Jakarta Pusat yang secara faktual memiliki nilai ekonomi tinggi. Mereka mempertanyakan metode penilaian yang digunakan oleh tim appraisal, mulai dari transparansi data pembanding, dasar perhitungan, hingga minimnya pelibatan warga terdampak dalam proses penentuan nilai ganti rugi.
“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi jangan jadikan proyek strategis nasional sebagai alasan untuk merampas hak warga dengan harga yang tidak manusiawi,” demikian salah satu pesan protes warga yang tertulis dalam spanduk penolakan.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur seharusnya berjalan seiring dengan prinsip keadilan sosial sebagaimana diamanatkan konstitusi. Jika ganti rugi ditetapkan secara sepihak dan berada jauh di bawah nilai pasar, proyek tersebut justru berpotensi memicu konflik sosial baru di tengah masyarakat.
Mario, Ketua AWII DPD Provinsi DKI Jakarta, menegaskan bahwa penetapan nilai ganti rugi tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mencederai rasa keadilan warga yang telah puluhan tahun bermukim di kawasan tersebut.
“Wilayah Jakarta Pusat, Harga tanah di sini jelas tinggi, tapi appraisal justru menetapkan nilai yang jauh di bawah logika pasar. Ini bukan sekadar salah hitung, ini bentuk ketidakadilan yang terang-benderang,” tegas Mario.
Warga RW 09 dan RW 12 Duri Pulo menyatakan akan terus menyuarakan penolakan dan melakukan perlawanan terbuka apabila tuntutan peninjauan ulang nilai ganti rugi tidak segera direspons secara transparan, adil, dan berpihak kepada warga terdampak.

Baca Juga:  Negara Diminta Hadir, Warga Duri Pulo Protes Harga Ganti Rugi Tol yang Dinilai Merampas Hak

( Awaludin )

ADVERTISEMENT

google.com, pub-4845885741970817, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak
GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan
Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan
Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD
Tanggapi Keluhan Beton Retak Ruas Warung Hasem–Cibogo, Pelaksana Minta Pemeriksaan Teknis Menyeluruh
Aliansi Peduli Banten Soroti Transparansi Proyek Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka Rp12,1 Miliar
Proyek Jembatan Diduga untuk Akses Pabrik, Warga Kampung Rawa Bamban Minta Pemerintah Bertindak Tegas
Pemkab Lebak Bangun Jalan Warunghaseum–Cibogo, Proyek Rp670,7 Juta Ditargetkan Rampung September
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:26 WIB

Jalan Rusak di Kali Anyar VI Dikeluhkan Warga, Pemprov DKI Diminta Segera Bertindak

Rabu, 2 September 2026 - 01:35 WIB

GSG Mustika Tigaraksa Rp1,72 Miliar Belum Tuntas, Pengawasan DTRB Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Proyek SPAL Pabuaran Disorot: Papan Informasi Tak Terpasang, K3 dan Lahan Warga Dipertanyakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Aliansi Peduli Banten Apresiasi Pembangunan Jalan Cangkudu–Cisoka, Minta Transparansi Proyek APBD

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Tanggapi Keluhan Beton Retak Ruas Warung Hasem–Cibogo, Pelaksana Minta Pemeriksaan Teknis Menyeluruh

Berita Terbaru