PT Tri Excella Harmony Diduga Abaikan Penanganan Karyawan Korban Kecelakaan Kerja

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudasiber.net, Kabupaten Tangerang — Keluarga Riza Husen Abdullah, karyawan yang menjadi korban kecelakaan kerja, kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap penanganan medis lanjutan yang dinilai berlarut-larut dan tidak transparan. Lebih dari satu bulan sejak insiden terjadi, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan kepastian terkait pemasangan tangan atau tindakan medis lanjutan yang dijanjikan perusahaan PT Tri Excella Harmony.

Keluarga menyebut, pihak rumah sakit menegaskan bahwa tindakan medis tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan resmi dari perusahaan. Namun hingga kini, mereka menilai tidak ada komunikasi tegas maupun keputusan konkret dari pihak perusahaan, rumah sakit, maupun BPJS Ketenagakerjaan terkait kelanjutan perawatan korban.

Situasi semakin membingungkan ketika dokumen medis dari dokter spesialis okupasi yang seharusnya dikembalikan dalam bentuk asli justru diterima keluarga hanya dalam bentuk fotokopi dengan kualitas kurang jelas. Hal ini memunculkan kekhawatiran soal adanya ketidakteraturan administrasi dalam penanganan kasus.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi korban yang mengalami cacat permanen membuat keluarga semakin mendesak adanya kejelasan soal penanganan medis, rencana pemulihan, serta hak-hak yang seharusnya diterima.

“Saya mulai curiga ada sesuatu yang tidak transparan. Kami ingin semua jelas — tindakan medis, BPJS, hingga kompensasi. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini,” ujar salah satu anggota keluarga.


Kewajiban Perusahaan Secara Hukum

Baca Juga:  Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Kasus ini bersinggungan dengan sejumlah regulasi penting terkait keselamatan kerja dan jaminan sosial, di antaranya:

  1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Pasal 86 ayat (1) huruf a menegaskan bahwa setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

  1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS

Perusahaan wajib mendaftarkan seluruh pekerjanya dalam program jaminan sosial, termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

  1. PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM

Korban kecelakaan kerja berhak atas perawatan medis hingga sembuh, tanpa batas biaya sesuai indikasi medis — termasuk tindakan lanjutan yang diperlukan.

Jika terbukti ada hambatan terhadap akses layanan medis, penahanan dokumen, atau ketidakpatuhan perusahaan terhadap standar K3, maka hal tersebut berpotensi menjadi temuan serius bagi instansi pengawas ketenagakerjaan maupun penegak hukum.


Sampai berita ini ditayangkan, pihak PT Tri Excella Harmony, rumah sakit, maupun BPJS Ketenagakerjaan belum memberikan keterangan resmi mengenai proses komunikasi dan penanganan lanjutan terhadap korban.

( Hendrik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa
Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas
Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum
Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers
Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006
Polres Serang Terima Informasi GWI Terkait Dugaan Penyimpangan di Sejumlah Instansi
Diberitakan Soal Pemindahan Pasien, Pengelola Ultra Addiction Center Minta Klarifikasi Kupasmerdeka.com
Sejumlah Calon Subkontraktor Mengaku Rugi Puluhan Juta dalam Tawaran Proyek Perumahan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:32 WIB

Aliansi Peduli Banten Soroti Perbedaan Pasal Kasus Masjid Sentiong, Minta Penjelasan Polisi dan Jaksa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Malingping Lebak Disorot, Rudiana Minta Polisi Usut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Multatuli Justice Law Firm Hadir di Lebak, Buka Layanan Konsultasi dan Pendampingan Hukum

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Persoalkan Pemberitaan, Ultra Addiction Center Adukan Kupasmerdeka.com ke Dewan Pers

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Ahli Waris Bong Kon Ho Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan Pelaksanaan RUPS Sejak 2006

Berita Terbaru

Jawa Barat

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:58 WIB

Infrastruktur

Proyek Pipa PAM Jaya di Lubang Buaya Ditargetkan Rampung Januari 2027

Selasa, 27 Okt 2026 - 08:40 WIB