Satpolair Polres Pelabuhan Makassar Ungkap Dugaan Praktik Bom Ikan di Kodingareng Keke, Dua Orang Diamankan

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, FAKTAMERAH.COM – Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Pelabuhan Makassar mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Pulau Kodingareng Keke, Kota Makassar.

Kedua pria berinisial SD alias Cudding dan FI alias Faje diamankan bersama sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan.

Kasat Polair Polres Pelabuhan Makassar, IPTU Muh. Zulfikar AM, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom di wilayah perairan Kodingareng Keke.

ADVERTISEMENT

google.com, pub-7869183682739582, DIRECT, f08c47fec0942fa0

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menindaklanjuti informasi tersebut, saya memerintahkan Kanit Gakkum Satpolair IPDA Sudiruddin bersama personel untuk melaksanakan patroli dan penyelidikan di sekitar perairan Kepulauan Kodingareng Keke. Saat patroli berlangsung, petugas menemukan dua orang yang diduga sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan,” ujar Zulfikar dalam konferensi pers.

Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan terhadap perahu yang digunakan kedua terduga pelaku, petugas menemukan empat botol plastik berisi pupuk yang diduga sebagai bahan pembuatan bom ikan, satu jeriken plastik berisi pupuk, serta satu unit kompresor lengkap dengan selang yang diduga digunakan untuk kegiatan penyelaman.

“Seluruh barang bukti ditemukan di atas perahu milik terduga pelaku. Selanjutnya kedua terduga pelaku beserta barang bukti kami amankan ke Mako Satpolair Polres Pelabuhan Makassar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga:  Polres Pelabuhan Makassar Gelar Pengajian Bersama Anak Yatim Hafiz Alqur’an, Doakan Indonesia Tetap Kuat

Penyidik masih mendalami asal-usul bahan yang diduga digunakan sebagai bahan peledak serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Atas dugaan perbuatannya, kedua terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Ketentuan tersebut mengatur larangan penggunaan bahan peledak, bahan beracun, atau cara lain yang dapat merusak kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan.

Kasat Polair menegaskan pihaknya akan menangani perkara tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami akan memproses perkara ini secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar Aipda Adil mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan yang dapat merusak lingkungan serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penggunaan bom ikan, racun, atau metode penangkapan lain yang dilarang.

Menurutnya, partisipasi masyarakat diperlukan untuk mendukung upaya menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus membantu penegakan hukum terhadap praktik illegal fishing.

Hingga berita ini diturunkan, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satpolair Polres Pelabuhan Makassar. Penyidik masih melengkapi alat bukti dan mendalami perkara. Penetapan bersalah terhadap yang bersangkutan sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

(Levi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel faktamerah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dedi Minta KPK Kawal Dugaan Korupsi di Papua Barat Daya, Soroti Transparansi Penyidikan
Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda
Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor
Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru
Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai
RDP Sengketa Tanah Jalan Osok Berakhir Tanpa Notulen, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Persoalan
Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Polsek Tambora Respons Aduan Warga Terkait Ancaman Pembakaran Rumah di Pekojan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:19 WIB

Dedi Minta KPK Kawal Dugaan Korupsi di Papua Barat Daya, Soroti Transparansi Penyidikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:13 WIB

Kapolda Jabar Perkuat Pencegahan Ekstremisme dan Judi Online, Sasar Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Triwulan III 2026, Polsek Ujung Tanah Ungkap 8 Kasus Pencurian, Termasuk Curanmor

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Respons Cepat Tim Tiger Polsek Tambora, Motor Curian Ditemukan di Pelelangan Ikan Muara Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polsek Cisauk Klarifikasi Laporan Dugaan Pengoplosan Gas Subsidi, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Berita Terbaru